CIAMIS — Dua dapur sehat atau SPPG resmi beroperasi di Kabupaten Ciamis untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pemenuhan gizi anak-anak. Polsek Ciamis hadir dalam acara grand launching yang digelar di SPPG 004, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ciamis, pada Sabtu (6/6/2026) lalu.
Kehadiran aparat kepolisian bukan sekadar seremonial. Polsek Ciamis bertugas mengawasi dan memastikan setiap SPPG berjalan sesuai standar, mulai dari keamanan lokasi hingga kualitas gizi yang disalurkan. “Program MBG merupakan program prioritas pemerintah pusat yang harus didukung secara bersama-sama,” ujar Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah melalui Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).
Ancaman Tegas bagi SPPG yang Melanggar SOP
Kapolsek Ciamis Kompol Alan Dahlan menegaskan bahwa pengawasan akan dilakukan secara ketat dan berkelanjutan. Pihaknya tidak segan menjatuhkan sanksi kepada pengelola SPPG yang terbukti nakal atau tidak mematuhi aturan.
“Tindakan ini kami lakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG di Kabupaten Ciamis sesuai dengan SOP dan porsi yang tepat untuk pemenuhan gizi anak-anak,” kata Kompol Alan Dahlan. Ia meminta seluruh pengelola dapur sehat memperhatikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar tidak asal-asalan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat sekitar.
Forkopimcam Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sangat baik untuk tumbuh kembang anak, namun membutuhkan peran serta semua pihak. Kapolsek Ciamis mengingatkan agar pelaksanaan di lapangan tepat sasaran dan anggaran negara yang bersumber dari rakyat bisa kembali dirasakan manfaatnya.
“Perhatikan SOP yang sudah tersedia dan laksanakan dengan baik. Saya sangat berharap apabila ada kritikan ataupun komplain jangan anti kritik, harus diterima dengan baik. Kami Forkopimcam Ciamis akan selalu mengawal program MBG khususnya di wilayah Kecamatan Ciamis,” kata Kompol Alan Dahlan.
Dengan beroperasinya dua SPPG ini, Polsek Ciamis berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan proses distribusi makanan bergizi. Langkah ini sekaligus memastikan tidak ada penyimpangan yang merugikan anak-anak sebagai penerima manfaat program prioritas nasional tersebut.