Pencarian

Maluku Utara Buktikan Hilirisasi Nikel Bisa Tumbuh 34%, Gubernur Sherly: Jangan Hanya Dikenal Karena Tambang

Kamis, 04 Juni 2026 • 13:05:01 WIB
Maluku Utara Buktikan Hilirisasi Nikel Bisa Tumbuh 34%, Gubernur Sherly: Jangan Hanya Dikenal Karena Tambang
Maluku Utara catat pertumbuhan ekonomi 19,64 persen kuartal pertama 2026 didorong hilirisasi nikel.

JAWA BARAT — Ledakan pertumbuhan itu bukan sekadar angka. Pada kuartal pertama 2026, ekonomi Maluku Utara tercatat tumbuh 19,64 persen secara tahunan — kembali memecahkan rekor nasional. Gubernur Sherly Tjoanda menyebut kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan nikel di IWIP.

“Tahun lalu ekonomi Maluku Utara tumbuh sekitar 34 persen secara tahunan, sementara pada kuartal pertama 2026 mencapai 19,64 persen, tertinggi di Indonesia. Sebagian besar dari industri hilirisasi khususnya di nikel,” ujar Sherly dalam forum yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bersama Kadin Komite Bilateral Inggris dan Irlandia.

Cadangan Nikel Terbesar Dunia, 90 Persen di Kawasan Timur Indonesia

Data U.S. Geological Survey (USGS) 2026 menempatkan Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar global, yakni 62 juta ton atau 44,3 persen dari total dunia. Sekitar 90 persen dari cadangan itu tersebar di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Konsentrasi sumber daya inilah yang mendorong IWIP menjadi salah satu kawasan hilirisasi nikel terintegrasi terbesar di dunia. Kawasan ini mengolah nikel laterit menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik dan stainless steel, menjawab permintaan pasar global yang semakin ketat terhadap rantai pasok mineral kritis yang ramah lingkungan.

Standar Baru Hilirisasi: Lingkungan dan Transparansi Jadi Syarat Utama

Pemerintah Provinsi Maluku Utara tidak hanya mengejar pertumbuhan. Sherly menekankan komitmen untuk memperkuat pengawasan lingkungan, transparansi, dan keterlibatan masyarakat dalam setiap tahap pembangunan industri.

“Lima puluh tahun dari sekarang, Maluku Utara tidak boleh hanya dikenal karena nikel yang diambil dari tanahnya, tetapi karena nilai yang berhasil kita tinggalkan bagi masyarakatnya,” kata Sherly.

Pernyataan itu relevan di tengah tekanan global terhadap praktik responsible downstreaming. Organisasi internasional, akademisi, dan investor yang hadir dalam North Maluku Sustainability Trip meninjau langsung bagaimana ekosistem hilirisasi di Maluku Utara bisa menjadi referensi dunia — bukan hanya dari sisi output ekonomi, tapi juga tata kelola sosial dan lingkungan.

Dampak Nyata: Dari Pekerja Lokal Hingga Investasi Hijau

Pertumbuhan 34 persen berarti lapangan kerja baru, pendapatan asli daerah yang naik, dan efek berganda bagi usaha mikro di sekitar kawasan industri. Namun tantangan tetap ada: memastikan bahwa ledakan ekonomi ini tidak meninggalkan jejak kerusakan lingkungan atau kesenjangan sosial.

Dengan IWIP sebagai motor utama, Maluku Utara kini berada di persimpangan antara menjadi sukses cerita hilirisasi Indonesia atau sekadar catatan kaki sejarah tambang nikel. Gubernur Sherly memilih jalan pertama — dengan syarat transparansi dan keberlanjutan dijalankan sejak sekarang.

Bagikan
Sumber: ekbis.sindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks