BOGOR — Tim mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Pakuan (Unpak) Bogor berhasil menembus seleksi ketat Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2026. Produk yang diusung adalah Sambal Inong, sebuah inovasi kuliner yang mengandalkan kekayaan rempah lokal.
Program P2MW merupakan inisiatif dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendikbudristek. Tujuannya mendorong mahasiswa untuk memulai usaha berbasis inovasi dan riset.
Apa yang Membuat Sambal Inong Berbeda?
Tidak seperti sambal pada umumnya, Sambal Inong dikembangkan dengan formulasi khusus berbasis rempah-rempah yang banyak ditemukan di pasar tradisional Bogor. Tim mahasiswa FH Unpak melakukan riset sederhana untuk menciptakan cita rasa yang menggugah selera sekaligus memiliki daya simpan lebih lama.
Nama "Inong" sendiri diambil dari bahasa daerah yang berarti perempuan, merepresentasikan sentuhan rumahan dalam proses produksinya. Produk ini dikemas dalam botol kaca berukuran 150 gram, menyasar segmen anak kos, pekerja kantoran, dan pecinta kuliner pedas.
Proses Seleksi P2MW 2026
P2MW 2026 memiliki beberapa tahapan, mulai dari pengajuan proposal bisnis, verifikasi dokumen, hingga presentasi di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi dan praktisi usaha. Proposal Sambal Inong dinilai unggul pada aspek orisinalitas bahan baku dan potensi keberlanjutan usaha.
Dengan lolosnya proposal ini, tim mahasiswa FH Unpak berhak mendapatkan dana hibah pembinaan serta pendampingan usaha selama satu semester ke depan. Mereka juga diwajibkan mengikuti serangkaian pelatihan kewirausahaan dan manajemen produksi.
Target Pasar dan Rencana Produksi
Ke depan, tim berencana memproduksi Sambal Inong dalam skala kecil terlebih dahulu, dengan target penjualan di lingkungan kampus dan pameran UMKM Bogor. Mereka juga menjajaki kerja sama dengan warung makan di sekitar Unpak untuk memperluas distribusi.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa ide usaha tidak selalu harus berasal dari fakultas ekonomi atau pertanian. Mahasiswa hukum pun bisa menciptakan produk yang bernilai jual tinggi dan relevan dengan kebutuhan pasar lokal.