Pernyataan tegas itu disampaikan Dedi melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Selasa (25/5/2026). Dalam rekaman tersebut, ia menegaskan seluruh proses seleksi berjalan transparan dan bebas dari praktik titipan calon siswa maupun pungutan liar.
Ancaman Hukum bagi Pelanggar
Dedi menyebut tidak memberi toleransi terhadap oknum pendidik, pejabat, atau masyarakat yang terbukti melanggar ketentuan. “Coba saja langgar, saya pastikan hukum,” katanya.
Pernyataan itu menjadi sinyal keseriusan pemerintah provinsi menjaga integritas program unggulan. Sekolah Maung dirancang sebagai wadah pencetak generasi unggul dan bibit berbakat dari seluruh Jawa Barat.
Prinsip Prestasi Tanpa Intervensi
Sistem seleksi yang diusung menekankan bahwa kelulusan dan penerimaan siswa sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, bakat, serta prestasi akademik dan non-akademik calon peserta didik. Tidak ada ruang bagi pengaruh, tekanan, atau rekayasa dari pihak mana pun.
Kebijakan ini disambut positif masyarakat. Banyak yang menilai langkah tersebut sebagai upaya nyata menciptakan sistem pendidikan yang sehat, terpercaya, dan memberikan kesempatan setara bagi setiap anak berprestasi.
Imbauan Partisipasi Publik
Pemprov Jabar mengajak masyarakat turut mengawasi jalannya penerimaan. Jika ditemukan indikasi penyimpangan, warga diminta melaporkan ke pihak berwenang agar proses berjalan tertib dan sesuai aturan.
Dengan jadwal yang sudah diumumkan, calon siswa dan orang tua kini memiliki waktu mempersiapkan diri. Sekolah Maung diharapkan menjadi institusi yang benar-benar melahirkan talenta terbaik Jawa Barat tanpa cacat integritas sejak awal seleksi.