Pencarian

Filosofi Burung Gagak di Lambang Indramayu: Simbol Keberanian Warga Pesisir yang Berusia Lebih dari 250 Tahun

Senin, 25 Mei 2026 • 11:33:01 WIB
Filosofi Burung Gagak di Lambang Indramayu: Simbol Keberanian Warga Pesisir yang Berusia Lebih dari 250 Tahun
Tugu Gagak Winangsih di Indramayu simbol keberanian dan semangat masyarakat pesisir sejak abad ke-18.

INDRAMAYU — Lambang itu bukan sekadar hiasan. Gagak Winangsih merupakan lambang Kademangan Dharma Ayu Nagari atau Pedukuhan Cimanuk, yang menjadi cikal bakal Kabupaten Indramayu pada sekitar tahun 1750-an. Ketua Yayasan Indramayu Historia, Nang Sadewo, menjelaskan bahwa simbol ini mulai dikenal pada masa kepemimpinan Raden Sawedi atau Wiralodra III.

Bentuk dan Makna di Balik Burung Gagak Bersayap Emas

Lambang Gagak Winangsih digambarkan sebagai burung gagak dengan sayap berwarna emas. Di bagian belakangnya terdapat Cakra Udaksana, pusaka milik pendiri Indramayu, Raden Bagus Aria Wiralodra. Dua tombak yang dipasang menyerong di sisi kanan dan kiri melengkapi simbol tersebut.

Menurut Sadewo, pemilihan burung gagak bukan tanpa alasan. Karakter burung gagak yang dikenal ulet dan tidak mudah menyerah dalam bertahan hidup dijadikan cerminan semangat masyarakat pesisir Indramayu.

"Lambang ini juga menggambarkan keberanian, kehormatan, serta semangat masyarakat Dermayu dalam berkarya dan mengabdi," kata Sadewo kepada detikJabar, Selasa (19/5/2026).

Monumen di Jalur Pantura dan Koleksi Museum

Masyarakat bisa melihat simbol bersejarah ini secara langsung. Tugu Gagak Winangsih berdiri di bundaran putar arah Desa Sumuradem Timur, Kecamatan Sukra, tepat di Jalur Pantura Indramayu. Monumen setinggi empat meter dan lebar lima meter itu dibangun pada 2015 hingga 2016.

Bagi yang ingin mengetahui lebih dalam, dokumentasi lambang Gagak Winangsih dipamerkan di Museum Bandar Cimanuk, Jalan Veteran, Indramayu. Foto lambang tersebut menjadi sarana edukasi sejarah bagi masyarakat dan generasi muda.

Warisan yang Masih Hidup di Tengah Modernisasi

Keberadaan Gagak Winangsih mengingatkan bahwa Indramayu memiliki akar sejarah yang kuat. Di tengah hiruk-pikuk Jalur Pantura yang padat, tugu tersebut menjadi pengingat akan perjuangan para pendahulu yang membangun kehidupan di kawasan muara. Filosofi dari burung gagak itu pun diharapkan terus menginspirasi warga Indramayu masa kini.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks