CIREBON — Kawasan Masjid Merah Kedung Menjangan di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mendadak ramai oleh gerakan sapu dan pengki. Sekelompok pemuda dari Komunitas Generasi Milenial Cirebon dan peserta program Pemuda Pelopor menggelar aksi bersih-bersih di area wisata religi tersebut pada Minggu (24/5/2026). Mereka menyapu halaman, membersihkan selasar, dan merapikan taman di sekitar masjid yang dikenal dengan arsitektur khasnya itu.
Bukan Sekadar Bersih-Bersih, Ada Misi Besar di Balik Aksi Ini
Ketua Komunitas Generasi Milenial Cirebon, M Alpin Alghani, menegaskan kegiatan ini tidak akan berhenti sekali saja. “Kegiatan sosial seperti bersih-bersih lingkungan dan tempat ibadah ini akan terus kami lakukan secara rutin. Ini bentuk kepedulian kami sebagai pemuda terhadap lingkungan dan wisata religi di Kota Cirebon,” ujar Alpin.
Ia menambahkan, komunitasnya ingin mengubah stigma bahwa anak muda hanya peduli pada hal-hal modern. Justru, kata dia, generasi milenial bisa menjadi garda terdepan dalam pelestarian situs bersejarah.
Ida Nur Amalia: Pemuda Harus Jadi Motor Penggerak
Salah satu peserta, Ida Nur Amalia, yang juga merupakan peserta Pemuda Pelopor bidang lingkungan dan pariwisata dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Cirebon, menyebut aksi ini sebagai ajakan konkret. “Melalui kegiatan ini saya ingin mengajak para pemuda di Kota Cirebon agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di kawasan wisata religi yang memiliki nilai sejarah,” kata Ida.
Menurut Ida, potensi wisata religi di Cirebon masih kerap luput dari perhatian. Padahal, Masjid Kedung Menjangan dengan dinding merahnya menyimpan nilai sejarah yang kuat. “Kalau bukan kita sebagai pemuda yang menjaga dan mengenalkan potensi wisata religi ini, lalu siapa lagi. Kami ingin tempat-tempat bersejarah di Cirebon semakin dikenal dan tetap terawat,” tambahnya.
Apresiasi dari Kuncen Masjid: Semoga Menular ke Generasi Lain
Kuncen Masjid Kedung Menjangan, Ahmad, mengaku terbantu dengan inisiatif para pemuda tersebut. Ia berharap semangat ini bisa menular. “Kami sangat terbantu dan mengapresiasi kepedulian para pemuda yang ikut membersihkan lingkungan masjid. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi contoh bagi generasi muda lainnya,” tuturnya.
Ahmad menambahkan, selama ini perawatan masjid hanya dilakukan oleh pengurus setempat. Dengan adanya keterlibatan pemuda, beban perawatan menjadi lebih ringan dan publik jadi lebih tahu keberadaan masjid bersejarah ini.
Target ke Depan: Wisata Religi Cirebon Naik Kelas
Para pemuda berharap aksi serupa bisa menjadi gerakan kolektif. Mereka ingin kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan melestarikan situs wisata religi bersejarah di Kota Cirebon semakin meningkat. Jika lingkungan bersih dan nyaman, daya tarik wisatawan otomatis bertambah, dan warisan budaya pun tetap terjaga.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan sejarah bisa dimulai dari langkah kecil—dengan sapu, pengki, dan semangat anak muda yang tidak mau diam.***