CIAMIS — Perubahan status dari swasta menjadi negeri ini ditandai dengan penyerahan seluruh aset yayasan kepada Pemprov Jabar melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Bogor pada 16 April 2026. Proses serah terima meliputi tanah, bangunan, fasilitas pendidikan, serta tenaga pengajar yang selama ini dikelola Yayasan Pendidikan Tunas.
Dua Program Keahlian dan Rombel yang Dimiliki
Pelaksana Tugas Kepala SMKN 1 Purwadadi, Tohidin, mengatakan saat ini sekolah memiliki dua program keahlian unggulan. Yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), yang masing-masing terdiri dari dua rombongan belajar.
“Dengan status sekolah negeri, kami berharap kualitas pendidikan semakin meningkat dan mampu memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi masyarakat,” ujar Tohidin dalam keterangannya.
Proses Penyerahan dan Pengelolaan Baru
Penyerahan aset dilakukan oleh Ketua Yayasan Siti Wahidatun dan pendiri yayasan Tuyan. Proses tersebut difasilitasi oleh Badan Wakaf Indonesia yang dipimpin Syukriadi Sambas. Seluruh aset dan sumber daya manusia kini resmi berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui KCD Wilayah XIII.
Sebanyak 18 orang guru dan tenaga tata usaha turut diserahkan dalam proses tersebut. Sementara itu, jumlah siswa yang tercatat saat ini mencapai 138 orang.
Bagian dari Kebijakan Perluasan Akses Pendidikan Negeri
Program penegerian SMK Tunas Harapan menjadi SMKN 1 Purwadadi merupakan bagian dari kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Langkah ini bertujuan memperluas akses pendidikan negeri dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Ciamis.
Sejak berdiri pada 2016, SMK Tunas Harapan dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan kejuruan yang berkembang di Purwadadi. Dengan status barunya sebagai sekolah negeri, pemerintah menargetkan peningkatan mutu layanan pendidikan dan daya tampung siswa di masa mendatang.