JAWA BARAT — Korban yang berasal dari Jawa Barat itu mendaki melalui jalur Sembalun bersama rombongan pada pagi hari, didampingi porter dan tour organizer. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Budy Kurniawan, menyatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan kondisi darurat.
Kronologi di Pos 4 hingga Titik Jatuh
Sebelum insiden, rombongan beristirahat di Pos 4 jalur Sembalun karena hujan deras. Dua orang guide mendampingi mereka saat berteduh. Sekitar pukul 16.00 Wita, hujan reda dan perjalanan dilanjutkan menuju Pelawangan Sembalun.
Baru 15 menit berjalan kaki, Endang membuka jas hujannya. Beberapa langkah kemudian, ia menunduk dan terjatuh pingsan di jalur pendakian. Guide yang mendampingi segera memberikan pertolongan pertama dengan memanggil korban, namun tidak ada respons.
Dokter yang Kebetulan Melintas Langsung Bertindak
Di lokasi terdapat seorang dokter yang juga sedang melakukan pendakian. Dokter itu langsung membantu penanganan medis darurat. Tim gabungan TNGR dan Emergency Medical Handling Center (EMHC) berkoordinasi cepat. Korban diketahui mengalami gagal napas sehingga dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) sesuai arahan tim medis.
“Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong,” ujar Budy Kurniawan dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Fakta Singkat Insiden Pendakian Rinjani
- Korban: Endang Subarna, 48 tahun, asal Jawa Barat.
- Lokasi: Jalur Sembalun menuju Pelawangan Sembalun, Gunung Rinjani, NTB.
- Waktu: Kamis (14/5/2026) sekitar pukul 16.15 Wita.
- Penyebab: Gagal napas, dilakukan RJP namun nyawa tak tertolong.
- Evakuasi: Tim rescue TNGR dan EMHC menurunkan jenazah ke Puskesmas Sembalun, lalu dirujuk ke RSUD Selong.
Peringatan bagi Pendaki: Cuaca Ekstrem dan Kondisi Fisik
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki untuk selalu menjaga kondisi fisik dan memperhatikan faktor cuaca ekstrem saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani. Kepala Balai TNGR mengimbau agar setiap rombongan memastikan kesiapan anggota sebelum melanjutkan perjalanan, terutama saat cuaca tidak menentu di ketinggian.