BANDUNG — Target ambisius itu bukan tanpa dasar. Pada Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2026, kontingen Kabupaten Bandung sukses mengoleksi 69 medali emas, 74 perak, dan 102 perunggu. Capaian tersebut menjadi modal utama bagi KONI untuk mematok target lebih tinggi di ajang olahraga antar-kabupaten/kota se-Jawa Barat tersebut.
Seluruh Cabang Olahraga Diminta Berkontribusi
Ketua Umum KONI Kabupaten Bandung, Yana Suryana, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin hanya mengandalkan cabor unggulan. Ia meminta setiap cabor memiliki program pembinaan yang terukur agar bisa menyumbang medali.
“Target kami jelas, yakni 100 medali emas. Karena itu seluruh cabor harus memiliki target dan program pembinaan yang terukur,” ujar Yana yang akrab disapa Ustadz Persib itu, Selasa (12/5/2026), saat rapat koordinasi persiapan Porprov di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung.
Anggaran Rp16 Miliar untuk Pembinaan Atlet
Untuk mendukung persiapan menuju Porprov XV, KONI Kabupaten Bandung mengusulkan anggaran pembinaan lebih dari Rp16 miliar. Yana mengakui kondisi keuangan daerah tengah tertekan akibat berkurangnya transfer ke daerah (TKD). Meski begitu, ia optimistis seluruh program yang telah disusun bisa berjalan maksimal.
“Sukses prestasi harus berjalan beriringan dengan sukses administrasi agar pelaksanaan pembinaan dan penggunaan anggaran tetap akuntabel,” tegasnya.
Bupati Minta Setiap Cabor Sumbang Minimal Satu Emas
Bupati Bandung Dadang Supriatna turut memberikan arahan. Ia meminta seluruh cabor tetap solid dan kompak menghadapi Porprov. Lebih jauh, KDS—sapaan akrab bupati—berharap setiap cabang olahraga minimal mampu menyumbangkan satu medali emas bagi Kabupaten Bandung.
Dengan total 65 cabor yang berlaga, target 100 medali emas berarti rata-rata setiap cabor harus menyumbang lebih dari satu emas. Porprov XV Jawa Barat 2026 rencananya akan digelar di tiga kota: Bogor, Bekasi, dan Depok pada November mendatang.