CIAMIS — Ratusan warga yang rumahnya rusak akibat longsor, banjir, dan puting beliung di empat kecamatan akhirnya mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Penyerahan simbolis dilakukan di Aula PKK Ciamis pada Rabu, 13 Mei 2026, dihadiri Bupati Ciamis Herdiat Sunarya.
Bantuan ini menyasar warga terdampak dari Kecamatan Purwadadi, Cisaga, Tambaksari, dan Cihaurbeuti. Pemerintah mengakui kondisi fiskal daerah yang ketat, sehingga mengandalkan dana infak yang dikelola BAZNAS untuk menutup kebutuhan darurat warga.
Kategori Kerusakan dan Nominal Bantuan
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, merinci total dana yang disalurkan mencapai Rp 145.500.000. Bantuan diberikan berdasarkan hasil asesmen kerusakan rumah korban.
- Rusak Berat: 7 KK menerima masing-masing Rp 5.000.000.
- Rusak Sedang: 23 KK menerima masing-masing Rp 2.500.000.
- Rusak Ringan: 53 KK menerima masing-masing Rp 1.000.000.
Bupati: Anggaran Terbatas, Pajak Tak Naik
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat Sunarya menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf karena tidak bisa mendatangi langsung lokasi bencana. Ia mengakui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis masih terbatas di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
"Saya tahu musibah ini menguras harta benda dan perasaan Bapak/Ibu. Harusnya saya yang datang ke sana, tapi kondisi hari ini memaksa kita bertemu di sini," ungkap Herdiat.
Meski anggaran ketat, ia menegaskan pemerintah daerah tidak akan menaikkan pajak maupun retribusi daerah. Langkah ini diambil agar tidak menambah beban ekonomi warga yang sudah terpuruk akibat bencana.
Gotong Royong Jadi Andalan
Bupati Herdiat mengapresiasi solidaritas warga Ciamis yang tetap terjaga. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama dalam pemulihan pascabencana, terutama ketika anggaran pemerintah belum optimal.
"Bantuan dari BAZNAS ini mungkin belum maksimal dan masih seadanya, tapi inilah wujud kasih sayang sesama warga Ciamis melalui dana infak," katanya.
Pemerintah Kabupaten Ciamis berjanji akan terus memperkuat kolaborasi dengan BAZNAS dan pihak lain untuk memastikan bantuan sosial serta penanganan kebencanaan tetap menjadi prioritas di tengah keterbatasan fiskal daerah.