KARAWANG — Luapan Sungai Cibeet kembali memicu banjir besar yang merendam kawasan permukiman di Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Selasa (5/5). Tingginya intensitas hujan di wilayah hulu menyebabkan debit air meningkat drastis hingga melimpas ke rumah-rumah warga sejak pagi hari.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang mencatat sedikitnya 418 unit rumah warga dan lima fasilitas umum tergenang. Banjir ini berdampak langsung pada 502 kepala keluarga atau sekitar 1.407 jiwa yang kini kesulitan menjalankan aktivitas normal.
Sebanyak 191 Warga Mengungsi ke Kantor Desa dan Sekolah
Kondisi genangan yang terus meninggi memaksa ratusan penduduk untuk segera meninggalkan kediaman mereka. Tim gabungan telah mengevakuasi setidaknya 191 orang ke titik pengungsian yang dinilai lebih representatif dan aman dari jangkauan air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Karawang, Ferry Muharam menjelaskan bahwa pihaknya telah membagi konsentrasi massa di dua lokasi utama. "Tercatat sebanyak 191 orang telah dievakuasi ke dua lokasi pengungsian yang telah disiapkan, yaitu di kantor Desa Mekarmulya dan Gedung SDN 1 Mekarmulya," paparnya saat dikonfirmasi pada Selasa (5/5).
Pihak berwenang terus memantau pergerakan debit air sungai mengingat cuaca di wilayah hulu masih fluktuatif. Evakuasi diprioritaskan bagi warga yang rumahnya terendam air cukup dalam guna menghindari risiko keselamatan.
Bayi dan Balita Jadi Prioritas Penanganan Darurat
Di tengah ribuan warga yang terdampak, terdapat kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus. BPBD melaporkan ada 79 balita dan 19 bayi yang ikut terjebak dalam situasi bencana ini. Tim medis dan relawan dikerahkan untuk memastikan kondisi kesehatan anak-anak tersebut tetap terjaga selama berada di pengungsian.
Mengenai situasi di lapangan, Ferry Muharam menyebutkan bahwa kedalaman air di area permukiman sangat bervariasi. Hal ini bergantung pada topografi wilayah yang berbatasan langsung dengan aliran sungai.
”Ketinggian air di lokasi terdampak berkisar antara 30 sentimeter hingga 150 sentimeter,” jelasnya menambahkan.
Penyaluran Logistik dan Operasional Dapur Umum
Guna memenuhi kebutuhan dasar para penyintas, BPBD Karawang telah mendistribusikan bantuan logistik ke posko-posko darurat. Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan pangan dan perlengkapan tidur bagi warga yang tidak bisa kembali ke rumah.
Dapur umum juga mulai dioperasikan untuk menyuplai makanan siap saji bagi pengungsi maupun petugas di lapangan. Ferry menegaskan bahwa bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok yang mendesak.
”Bantuan tersebut mencakup kebutuhan pangan dan perlengkapan dasar lainnya guna memastikan kondisi para korban tetap terjaga selama masa pengungsian,” pungkas Ferry.