Pencarian

Tim Gabungan Cari Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Cibaregbeg Cianjur

Rabu, 06 Mei 2026 • 14:25:01 WIB
Tim Gabungan Cari Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Cibaregbeg Cianjur
Tim gabungan melakukan penyisiran di Sungai Cibaregbeg untuk mencari bocah yang hanyut.

CIANJUR — Operasi pencarian terhadap Pradipta Saputra, bocah yang hanyut di Sungai Cibaregbeg, kini memasuki tahap krusial dengan perluasan area hingga ke wilayah Haurwangi. Petugas menyisir aliran sungai yang bermuara ke Sungai Citarum tersebut karena kondisi debit air yang sempat meningkat.

Tim pencari membagi kekuatan menjadi beberapa kelompok untuk memantau titik-titik potensial di sepanjang aliran sungai. Fokus utama berada pada area yang melintasi Kecamatan Campaka, Cibeber, hingga wilayah Ciranjang.

Radius Pencarian Diperluas Hingga ke Muara Citarum

Kepala Basarnas Cianjur, Andika Zein menjelaskan bahwa penyisiran dilakukan dengan radius mencapai belasan kilometer dari titik awal kejadian. Langkah ini diambil mengingat kekuatan arus yang berpotensi membawa tubuh korban cukup jauh dari lokasi awal di Desa Girimukti.

Sebanyak 30 personel gabungan dikerahkan dalam misi kemanusiaan ini. Unsur yang terlibat mencakup anggota TNI, Polri, BPBD Cianjur, PMI, serta dibantu oleh para relawan dari berbagai organisasi masyarakat setempat.

Petugas di lapangan terus menyisir pinggiran sungai dan area pusaran air yang dicurigai. Medan yang cukup menantang dan arus yang tidak menentu menjadi faktor utama tim memperluas jangkauan hingga ke perbatasan wilayah Haurwangi.

Basarnas: Laporan Resmi Baru Masuk pada Selasa

Korban yang diketahui bernama Pradipta Saputra merupakan warga Desa Girimukti, Kecamatan Campaka. Insiden nahas tersebut bermula saat anak laki-laki itu sedang berenang di sungai, namun diduga ia tidak mampu melawan kuatnya arus air yang datang tiba-tiba.

Andika Zein menyebutkan bahwa informasi awal mengenai hilangnya korban sebenarnya sudah diterima dari masyarakat sejak hari Minggu. Namun, prosedur pelaporan secara formal dari pihak keluarga baru terlaksana beberapa hari setelahnya.

“Saat ini petugas gabungan terdiri atas TNI/Polri, BPBD Cianjur, PMI Cianjur, dan relawan masih melakukan pencarian. Laporan resmi dari keluarga baru masuk ke kepolisian pada Selasa (5/5/2026),” ujar Andika.

Warga di Tiga Kecamatan Ikut Pantau Aliran Sungai

Selain tim profesional, masyarakat di sepanjang bantaran sungai juga dilibatkan untuk memantau aliran air. Keterlibatan warga dianggap vital untuk mempercepat proses deteksi jika korban terlihat di wilayah pemukiman yang dilintasi sungai.

Pemantauan intensif dilakukan di wilayah-wilayah strategis seperti Campaka, Cibeber, hingga Ciranjang. Aparat setempat terus berkoordinasi dengan relawan untuk memastikan setiap informasi dari warga dapat segera ditindaklanjuti oleh tim gabungan di lapangan.

Hingga saat ini, petugas masih bersiaga dan melakukan penyisiran secara berkala. Fokus pencarian tetap diprioritaskan pada jalur sungai yang mengarah ke muara untuk mengantisipasi posisi korban yang terbawa arus deras ke arah hilir.

Bagikan
Sumber: jabarnews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks