Pencarian

Dedi Mulyadi: Perubahan Tata Ruang Bogor Picu Banjir Hingga Jakarta

Selasa, 05 Mei 2026 • 13:13:01 WIB
Dedi Mulyadi: Perubahan Tata Ruang Bogor Picu Banjir Hingga Jakarta
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soroti perubahan tata ruang di Bogor yang picu banjir dan longsor.

BOGOR — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons serius kondisi lingkungan di Kabupaten Bogor yang kian memprihatinkan. Langkah ini diambil usai menerima keluhan warga terkait erosi Sungai Cipamingkis yang mengancam pemukiman akibat tingginya curah hujan.

Persoalan ini mencuat setelah seorang warga mengunggah video yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, warga meminta perhatian pemerintah karena ancaman longsor dan kerusakan alam yang terus meluas di wilayah mereka.

Ancaman Erosi Sungai Cipamingkis yang Kian Meluas

Warga yang terdampak mengungkapkan kekhawatirannya terhadap debit air sungai yang tidak lagi terkendali saat hujan deras melanda. Kondisi tanah di pinggiran sungai terus terkikis sehingga mendekati area tempat tinggal penduduk.

“Pak Dedi coba ini pak Dedi tolong atensinya. Kita semakin terancam oleh erosinya ini air sungai kali Cipamingkis yang semakin hari semakin curah hujan tinggi terus semakin erosi,” ujar warga tersebut dalam rekaman video yang beredar.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa bencana yang kerap melanda Bogor bukan sekadar faktor alam. Ia menilai ada kesalahan mendasar dalam pengelolaan ruang di wilayah tersebut selama bertahun-tahun.

Alih Fungsi Lahan Perbukitan Menjadi Kawasan Perumahan

Dedi menyoroti banyaknya kawasan hijau yang beralih fungsi menjadi area pembangunan dan pemukiman. Lahan yang seharusnya berfungsi sebagai resapan air dan penahan longsor kini justru dipenuhi bangunan beton, terutama di wilayah perbukitan.

“Bogor hari ini banyak banjir, longsor, itu disebabkan karena perubahan tata ruang di Kabupaten Bogor, lahan-lahan hijau yang harusnya jadi resapan air menjadi area penahan longsor perbukitan itu dirubah tata ruangnya dan sangat luas yang dirubah pada perubahan tata ruang yang terdahulu,” jelas Dedi.

Salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Sukamakmur. Menurut pantauannya, banyak perbukitan di sana telah berubah menjadi perumahan, yang secara langsung merusak fungsi ekologis kawasan tersebut.

Dampak Perubahan Tata Ruang Bogor Terhadap Banjir Jakarta

Kerusakan alam di hulu Bogor tidak hanya berdampak pada warga lokal, tetapi juga mengirimkan ancaman ke wilayah hilir. Meluapnya aliran sungai dan longsor di titik-titik tertentu menjadi konsekuensi logis dari hilangnya daerah resapan.

"Daerah Sukamakmur itu juga saya lihat banyak perbukitan yang berubah jadi perumahan, memiliki dampak yang cukup luas pada meluapnya aliran sungai, longsor di beberapa titik dan banjir di area hilir," sambungnya.

Kondisi ini menjelaskan mengapa Jakarta masih sering menerima banjir kiriman meski curah hujan di ibu kota tidak selalu ekstrem. Dedi menekankan pentingnya evaluasi total terhadap kebijakan tata ruang guna mencegah dampak bencana yang lebih luas di masa depan.

Bagikan
Sumber: tvonenews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks