BANDUNG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Barat merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah pada 5-6 Mei 2026. Meski sebagian besar Jawa Barat terpantau aman, dua wilayah mendapatkan perhatian khusus dengan status siaga.
Berdasarkan rilis Dasarian I periode 1–10 Mei 2026, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi masuk dalam kategori siaga. Sementara itu, Kota Bogor ditetapkan dalam status waspada. Masyarakat di tiga wilayah tersebut diminta mengantisipasi dampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprediksi turun dalam durasi singkat.
Bogor dan Sukabumi Siaga Dampak Hidrometeorologi
Kenaikan status menjadi siaga ini membawa risiko nyata di lapangan. BMKG memperingatkan potensi terjadinya banjir lokal, genangan di area permukiman, hingga tanah longsor, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan perbukitan Jawa Barat bagian selatan.
Selain curah hujan tinggi, cuaca ekstrem ini diperkirakan hadir bersama kilat, petir, dan angin kencang. "Informasi resmi ini disampaikan sebagai bagian dari peringatan dini menghadapi cuaca ekstrem di awal Mei," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (4/5/2026).
Pemicu Cuaca Ekstrem: Aktivitas Empat Gelombang Atmosfer
Dinamika atmosfer yang tidak stabil menjadi dalang di balik potensi hujan lebat ini. BMKG mengidentifikasi adanya kombinasi empat fenomena yang aktif secara bersamaan, yakni Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Equatorial Rossby, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG).
Pertemuan fenomena ini meningkatkan kelembapan udara secara drastis dan memicu pembentukan awan konvektif yang signifikan. Kondisi tersebut tetap terjadi meskipun secara kalender Indonesia mulai memasuki masa transisi menuju musim kemarau.
Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat di Indonesia
Selain Jawa Barat, BMKG juga memetakan sejumlah provinsi lain yang masuk dalam zona merah potensi hujan lebat. Berikut adalah pembagian wilayah berdasarkan periode waktunya:
- Periode 2-5 Mei 2026: Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Maluku, hingga Papua Pegunungan dan Papua Selatan.
- Periode 6-8 Mei 2026: Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas luar ruangan. Penanganan darurat dan koordinasi dengan BPBD setempat menjadi langkah krusial bagi warga di wilayah berstatus siaga untuk meminimalkan risiko kerugian materiil maupun korban jiwa.