Pencarian

Bandung dan Bogor Masuk Daftar Lima Besar Kota Wisata Pilihan Masyarakat 2026

Jumat, 01 Mei 2026 • 13:41:45 WIB
Bandung dan Bogor Masuk Daftar Lima Besar Kota Wisata Pilihan Masyarakat 2026
Bandung dan Bogor masuk lima besar kota wisata pilihan masyarakat tahun 2026.

BANDUNG - Provinsi Jawa Barat memperkuat posisinya sebagai magnet pariwisata nasional setelah dua wilayahnya, Kota Bandung dan Bogor, masuk dalam daftar sepuluh besar kota pilihan untuk berwisata tahun 2026. Berdasarkan hasil survei terbaru bertajuk "Kota Pilihan Masyarakat 2026" yang dirilis oleh GoodStats, Bandung menempati peringkat ketiga nasional, sementara Bogor menyusul di peringkat kelima.

Dalam pemetaan preferensi publik tersebut, Bandung meraih persentase sebesar 55 persen, hanya berada di bawah Bali yang kokoh di puncak dengan 73 persen dan Yogyakarta di posisi kedua dengan 71 persen. Sementara itu, Bogor berhasil mengamankan posisi kelima dengan raihan 33 persen, mengungguli kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Malang, Jakarta, hingga Bukittinggi.

Faktor Daya Tarik Wisata di Jawa Barat

Keberhasilan Bandung dan Bogor menempati posisi atas tidak lepas dari beragam faktor yang menjadi pertimbangan utama wisatawan dalam memilih destinasi. Secara umum, survei mencatat bahwa 80 persen responden memilih suatu kota karena ketersediaan pilihan tempat wisata yang menarik. Hal ini menjadi keunggulan kompetitif bagi Jawa Barat yang memiliki keragaman objek wisata mulai dari pegunungan hingga pusat perbelanjaan.

Selain keragaman objek wisata, faktor keindahan alam menjadi alasan bagi 70 persen responden dalam menentukan tujuan perjalanan. Jawa Barat, dengan karakteristik geografisnya yang didominasi dataran tinggi, menawarkan pesona alam yang kuat bagi wisatawan yang mencari udara sejuk dan pemandangan hijau. Selain itu, aspek sejarah juga memegang peranan penting, di mana 50 persen responden mengaku terpikat oleh keberadaan bangunan atau situs bersejarah di kota tujuan.

Sektor kuliner juga menjadi pilar utama pariwisata di wilayah ini, dengan 45 persen responden menjadikan ragam makanan sebagai alasan utama berkunjung. Kemudahan akses dan ketersediaan sarana prasarana turut mendukung popularitas Bandung dan Bogor. Data menunjukkan bahwa faktor pendukung seperti fasilitas pariwisata (30 persen), kemudahan akses menuju lokasi (17 persen), serta ketersediaan transportasi umum (15 persen) menjadi pertimbangan krusial bagi masyarakat sebelum memutuskan berwisata.

Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan Secara Nasional

Capaian kota-kota di Jawa Barat ini sejalan dengan tren positif pertumbuhan pariwisata nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai angka yang signifikan, yakni sebesar 91,13 juta perjalanan. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama berada di angka 1,16 juta perjalanan.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyatakan bahwa sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan meskipun menghadapi berbagai dinamika global. Menurutnya, lonjakan angka kunjungan ini merupakan momentum penting bagi penguatan ekonomi masyarakat di daerah-daerah tujuan wisata.

“Kementerian Pariwisata terus memperkuat berbagai kebijakan dan program untuk memastikan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga semakin berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Widiyanti dalam laporan bulanan di Jakarta yang dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata RI.

Fokus Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Pemerintah kini menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengejar kuantitas kunjungan, tetapi juga fokus pada pengembangan pariwisata yang berdampak nyata. Menteri Pariwisata, didampingi Wakil Menteri Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa kebijakan strategis akan terus diperkuat guna meningkatkan daya saing nasional di kancah internasional. Langkah ini diambil agar pertumbuhan industri pariwisata tetap selaras dengan penguatan strategi masa depan.

Survei yang dilakukan GoodStats ini melibatkan 1.000 responden yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Mayoritas responden, yakni sebesar 73 persen, berasal dari Pulau Jawa yang mencakup Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Sementara 23 persen responden lainnya berasal dari luar Pulau Jawa, memberikan gambaran representatif mengenai preferensi perjalanan masyarakat Indonesia saat ini.

Dengan posisi Bandung dan Bogor yang tetap konsisten di papan atas destinasi favorit, Jawa Barat diharapkan terus melakukan inovasi dalam pengelolaan objek wisata. Penguatan pada aspek aksesibilitas dan keberlanjutan lingkungan menjadi kunci agar momentum pemulihan dan pertumbuhan pariwisata ini dapat terus terjaga hingga tahun-tahun mendatang.

Bagikan
Sumber: goodstats.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks