Hands-on Hyundai Pleos Connect: Sistem Infotainment Baru, AI Belum Bisa Inggris

Penulis: Eri Subagio  •  Kamis, 10 September 2026 | 21:20:31 WIB
Layar utama Pleos Connect berukuran 17 inci di kabin Hyundai Grandeur menampilkan klaster instrumen dan kontrol iklim.

JAWA BARAT — Pleos Connect akan menjadi wajah baru kabin Hyundai di berbagai model, mulai dari Elantra hingga Tucson. Sistem ini dibangun di atas arsitektur Android Auto OS milik Google, tetapi seluruh antarmuka dan pengalaman pengguna dirancang sendiri oleh Hyundai. Artinya, ini bukan sekadar skin Android, melainkan platform tersendiri yang tetap mendukung Apple CarPlay dan Android Auto nirkabel.

Layar 17 Inci dan Tata Letak Mirip Tesla

Di Grandeur yang kami kendarai, layar utama berukuran 17,0 inci. Tata letaknya sekilas mengingatkan pada Tesla: klaster instrumen di sisi kiri menampilkan kecepatan, posisi gigi, level bahan bakar atau baterai, serta lampu peringatan.

Di bagian bawah layar terdapat widget kontekstual yang menampilkan ikon sesuai kebutuhan berkendara. Kontrol iklim yang sering dipakai dipatok permanen di dasar layar, sementara pengaturan iklim lengkap bisa dibuka dengan menggeser layar ke atas. Pengemudi juga bisa menyematkan aplikasi favorit di menu bar.

Beberapa model akan mendapat layar sekunder tipis di depan setir untuk menampilkan informasi penting. Head-up display besar juga ditawarkan sebagai opsi di banyak model, memberikan lokasi redundan untuk informasi yang sama.

Tombol Fisik Masih Ada, tapi Tidak Semua Orang Puas

Hyundai tidak sepenuhnya meninggalkan tombol fisik. Panel terpisah di dasbor masih menyediakan toggle untuk suhu, kenop volume dan tuning, tombol hazard, kecepatan kipas, serta mode berkendara. Namun, sebagian pengemudi mungkin berharap kontrol sentuh dikurangi, karena semakin banyak fungsi kendaraan yang dipindahkan ke layar.

Desainer UX memilih ukuran ikon yang distandarkan dan mode terang serta gelap yang berubah otomatis mengikuti kecerahan cahaya sekitar. Cara berinteraksi dengan sistem ini tidak jauh berbeda dari smartphone atau tablet. Semakin lama dipakai, semakin terasa natural.

Asisten AI Gleo: Janji Besar, Belum Bisa Dicoba

Hyundai menyertakan asisten AI bernama Gleo yang diklaim mampu memahami perintah kompleks. Pengemudi bisa meminta Gleo menyalakan kursi berpemanas dan menambahkan navigasi ke kantor dokter dalam satu perintah singkat, lalu sistem akan mengeksekusinya.

Sayangnya, kami tidak bisa mencoba fitur ini selama test drive karena Gleo belum mendukung bahasa Inggris. Hyundai memastikan kemampuan tersebut akan segera hadir. Pengalaman dengan chatbot AI lain yang punya kemampuan serupa membuat klaim ini terdengar menjanjikan, tetapi tetap perlu dibuktikan.

Ekosistem Terbuka dan Update OTA

Seperti sistem infotainment merek lain, Pleos Connect akan disempurnakan lewat update over-the-air sepanjang siklus hidupnya. Hyundai juga meluncurkan marketplace aplikasi yang memberi pengembang kesempatan membuat software untuk platform Pleos, mulai dari game, aplikasi gaya hidup, hingga alat produktivitas.

Platform ini bersifat terbuka. Pengembang mendapat akses ke sandbox dan API kendaraan untuk mendukung pengembangan software. Namun, setiap aplikasi harus melalui review Hyundai untuk keamanan dan perlindungan data sebelum masuk ke marketplace.

Kapan Masuk Indonesia?

Grandeur yang kami kendarai adalah model pasar Korea. Hyundai menyebut Elantra dan Tucson akan menjadi model pertama yang membawa Pleos Connect ke Amerika Serikat, dengan debut akhir tahun ini dan penjualan tak lama setelahnya. Versi Pleos juga akan masuk ke Genesis dan kemungkinan besar Kia.

Untuk Indonesia, belum ada konfirmasi resmi. Mengingat Elantra dan Tucson bukan model volume utama Hyundai di sini, kemungkinan kehadiran Pleos Connect di pasar lokal masih perlu waktu. Yang jelas, arah Hyundai sudah terlihat: satu layar besar, ekosistem terbuka, dan AI sebagai pusat interaksi.

Kesan Awal: Matang, Tapi Ada Catatan

  • Kelebihan: Tata letak intuitif, minim bug, kontrol iklim tetap mudah diakses, dukungan CarPlay dan Android Auto nirkabel.
  • Kelebihan: Ekosistem terbuka dengan marketplace aplikasi dan update OTA menjanjikan umur panjang.
  • Kekurangan: Gleo belum bisa bahasa Inggris, jadi fitur andalan belum bisa diuji.
  • Kekurangan: Terlalu banyak fungsi yang dipindah ke layar sentuh, berpotensi mengganggu pengemudi yang terbiasa tombol fisik.
  • Perlu diuji lebih lanjut: Respons Gleo dalam bahasa Inggris, stabilitas jangka panjang, dan ketersediaan di pasar Indonesia.

Ini baru kesan awal dari sesi berkendara singkat, bukan verdict final. Pleos Connect terasa siap untuk produksi massal, asalkan Gleo segera menyelesaikan pelajaran bahasa Inggrisnya.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top