Target PLTS 100 GW Dikebut, Baru 1,5 GW Terpasang: Ini Peta Jalan Prabowo

Penulis: Eri Subagio  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:23:01 WIB
Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 30 GWp pada tahun ini sebagai bagian dari program 100 GWp yang dicanangkan Presiden Prabowo.

JAWA BARAT — Eksekusi proyek raksasa ini berjalan paralel dengan kebutuhan mendesak. Pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS pada tahun ini saja, sekaligus memensiunkan 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini menjadi beban biaya listrik di berbagai daerah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memaparkan, program 100 GWp yang dicanangkan Presiden Prabowo pada Juni 2025 lalu itu akan dieksekusi dalam tiga tahap. "Program ini akan dibangun bertahap: Tahap I 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/8/2026).

Mengapa Baru 1,5 GWp dan Target 100 GWp?

Angka 1,5 GWp yang terpasang hingga April 2026 menunjukkan betapa masifnya lompatan yang harus dilakukan. Indonesia sejatinya memiliki potensi energi surya mencapai 3.294 GWp, salah satu yang terbesar di dunia. Sayangnya, realisasi pemanfaatannya selama ini hanya berjalan lamban karena berbagai kendala regulasi dan investasi.

Konsep pembangunan 100 GWp ini terdiri dari dua skema: 80 GWp PLTS tersebar dan 20 GWp PLTS terpusat. Komitmen ini pertama kali disampaikan Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, sebagai bagian dari dorongan Indonesia mencapai bauran energi terbarukan 100 persen pada 2035.

Fondasi Cepat atau Sekadar Angka?

Institute for Essential Services Reform (IESR) memberikan catatan kritis. Keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari target kapasitas semata, melainkan kemampuan pemerintah membangun fondasi implementasi yang cepat, terukur, dan dapat direplikasi.

Pada periode awal atau take-off period, IESR mendorong pemerintah untuk fokus pada program quick wins. Artinya, proyek yang bisa langsung mengurangi konsumsi minyak diesel, membuka investasi baru, dan memperluas akses listrik bersih bagi masyarakat. Hal ini dinilai penting untuk membangun optimisme bahwa Indonesia serius menjalankan program ambisius ini.

Dengan target rampung 2029, pemerintah harus bekerja ekstra keras. Tinggal kurang dari tiga tahun untuk mengejar kapasitas yang belum pernah terpasang sebelumnya dalam sejarah kelistrikan nasional. Pertanyaannya kini, apakah eksekusi di lapangan mampu mengimbangi semangat di atas kertas?

Groundbreaking hari ini di Bali setidaknya menjadi sinyal awal bahwa proyek ini mulai bergerak dari wacana menuju realisasi. Namun, pengawasan publik terhadap progres pembangunan akan menjadi kunci agar target 100 GWp tidak sekadar menjadi mimpi di atas kertas.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top