CIREBON — Momentum peringatan HUT ke-81 RI tahun ini menjadi agenda yang berbeda bagi Muhammad Asyrof Abdik Shub Int. Jika biasanya upacara diikuti di kawasan Gasibu, Kota Bandung, kali ini ia justru turun langsung ke lapangan di Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Kehadiran anggota DPRD Jawa Barat itu bukan sekadar seremonial. Asyrof datang bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan para kepala desa se-Kecamatan Astanajapura untuk memperkuat hubungan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan pemerintahan tingkat desa.
Menurut Asyrof, banyak persoalan pembangunan justru pertama kali dirasakan dari tingkat bawah. Oleh karena itu, komunikasi langsung dengan perangkat desa dinilai penting untuk memastikan program Pemprov Jabar tepat sasaran.
Kegiatan ini menjadi ajang diskusi antara wakil rakyat dan aparatur pemerintahan desa. Camat Astanajapura, Deni Syafrudin, turut hadir dalam kesempatan tersebut untuk berdialog langsung mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan.
Pilihan untuk mengikuti upacara di desa, bukan di ibu kota provinsi, menjadi sinyal bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan. Desa-desa di wilayah pesisir seperti Astanajapura memiliki kebutuhan yang berbeda dan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah daerah.
Kecamatan Astanajapura sendiri merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk cukup tinggi di Kabupaten Cirebon. Berbagai persoalan mulai dari infrastruktur, layanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi topik yang relevan untuk dibahas dalam forum semacam ini.
Kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat pada momen hari kemerdekaan diharapkan bukan menjadi agenda tahunan yang seremonial belaka, melainkan menjadi pintu masuk bagi perumusan kebijakan yang lebih berpihak pada kebutuhan warga di tingkat akar rumput.