2.712 Pendaki Ramaikan Upacara HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Ciremai, Lampaui Jumlah Tahun Lalu

Penulis: Gilang Permana  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:04:14 WIB
pendaki mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Ciremai, jumlahnya melampaui tahun lalu.

KUNINGAN — Ribuan pendaki dari Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jakarta memadati Puncak Gunung Ciremai untuk menggelar upacara bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Berdasarkan data Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), total pendaki yang terdaftar mencapai 2.712 orang selama tiga hari pendakian, Jumat hingga Minggu (15-17/8/2026).

Jumlah ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sekitar 2.000 orang. Upacara berlangsung khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, dan doa bersama untuk para pahlawan di ketinggian 3.078 mdpl.

Empat Jalur Pendakian, Jalur Apuy Paling Ramai

Humas TNGC Nata Suryana mengatakan, para pendaki tersebar di empat posko pendakian resmi. Jalur Pendakian (JP) Apuy menjadi yang terpadat dengan 1.119 pendaki, disusul JP Trisakti Sadarehe sebanyak 804 orang, JP Palutungan 738 orang, dan JP Linggarjati 51 orang. Sementara itu, JP Linggasana tercatat nihil pendaki.

"Pendakian ke puncak Gunung Ciremai ini sudah jadi tradisi setiap tahun bagi para pendaki, terutama pencinta alam dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas, maupun masyarakat umum," ujar Nata saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2026).

Lonjakan Pendaki, Area Parkir Sampai Dialihkan

Memanfaatkan momen libur panjang dan perayaan kemerdekaan, para pendaki mulai berangkat sejak Sabtu (15/8/2026). Dampaknya, area parkir di sejumlah pos pendakian kewalahan menampung kendaraan roda dua hingga terpaksa dialihkan ke pos pendakian lama di basecamp Cadas Poleng.

Mantan Ketua Aktivis Anak Rimba (AKAR) Kuningan, Maman "Mazic", yang turut mendaki menyebut perayaan kemerdekaan di puncak gunung memiliki kepuasan tersendiri bagi para peserta.

"Selain olahraga hiking dan menambah sahabat sesama pendaki, juga bisa menikmati panorama alam dan menghirup udara segar bebas polusi dari atap Jawa Barat," ungkap Mazic.

Kesiapan Petugas dan Regulasi Pendakian

Pihak BTNGC menyebutkan, pendaki yang hendak menuju puncak diwajibkan mendaftar terlebih dahulu dengan memenuhi segala persyaratan yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan untuk mengontrol jumlah pengunjung dan menjaga kelestarian ekosistem gunung berapi tersebut.

Dengan tingginya antusiasme pendaki pada momen hari kemerdekaan, petugas TNGC juga mengimbau para pendaki untuk selalu menjaga kebersihan jalur pendakian dan mematuhi aturan yang berlaku demi keamanan bersama selama berada di kawasan taman nasional.

Reporter: Gilang Permana
Sumber: terasjabar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top