JAWA BARAT — Kabar kurang menggembirakan datang dari kubu Ducati Lenovo jelang seri Aragon akhir pekan ini. Marc Marquez buka suara mengenai kondisi fisiknya yang disebut belum pulih total setelah mengalami cedera bahu kanan kambuh di GP Inggris, Silverstone, pekan lalu. Kegagalan finis di posisi depan membuat peluangnya merebut gelar juara dunia kedelapan mulai dipertanyakan.
Dalam serial video terbaru INSIDE Ducati Lenovo Team di kanal resmi pabrikan Italia itu, Marquez mengaku kesulitan mengendalikan motor, terutama pada tikungan cepat ke kanan seperti Tikungan 1 dan 9 di Silverstone. "Secara fisik kondisi saya tidak prima. Berisiko kecelakaan. Saya tak bisa mengontrol bagian depan motor di T1 dan 9," ujar Marquez.
Bahu kanan memang menjadi "penyakit lama" bagi Marquez sejak GP Spanyol 2020. Masalah ini kian parah setelah insiden bentrokan dengan Marco Bezzecchi di GP Indonesia musim lalu, yang memaksanya absen di empat balapan terakhir dan tampil tertatih-tatih di awal musim 2026.
Setelah kondisinya berangsur membaik, Marquez sempat menunjukkan taringnya dengan meraih tiga kemenangan beruntun dan menempel ketat di papan atas klasemen. Namun, kekambuhan di Silverstone membuat performanya kembali menurun drastis. Hasil finis kesembilan di sprint race dan ketujuh di balapan utama jelas bukan hasil yang diharapkan.
Beruntung, kalender MotoGP 2026 membawa Marquez ke salah satu sirkuit terbaiknya. Aragon adalah "taman bermain" bagi juara dunia delapan kali itu. Dari 17 tikungan yang ada, 10 di antaranya mengarah ke kiri—arah yang jauh lebih nyaman bagi Marquez dibandingkan tikungan kanan. Catatannya di sini pun impresif: tujuh kali finis terdepan, menjadikannya pembalap dengan kemenangan terbanyak di sirkuit tersebut.
Jeda balapan selama lebih dari seminggu juga menjadi kesempatan emas bagi Marquez untuk memulihkan kondisi fisiknya. Targetnya jelas: sapu bersih 37 poin di sprint race dan balapan utama untuk menekan Jorge Martin.
Meski Aragon adalah peluang besar, jalan Marquez menuju gelar masih sangat berat. Setelah Aragon, masih ada sembilan seri tersisa yang akan menjadi medan pertempuran sesungguhnya. Beberapa sirkuit diprediksi lebih cocok untuk Ducati Desmosedici, namun tak sedikit pula yang akan menguntungkan Aprilia RS-GP.
Faktor lain yang patut diwaspadai adalah potensi strategi tim dari kubu Aprilia. Empat pembalapnya—termasuk pemimpin klasemen Jorge Martin—terbukti cepat dan siap bertarung di baris depan. Jika situasi menuntut, bukan tidak mungkin Aprilia akan menerapkan team order demi mengamankan gelar bersejarah mereka. Dengan kondisi fisik yang bisa kambuh kapan saja, kekhawatiran penggemar Marquez jelas beralasan.