Tungku Sampah Karya Mahasiswa KKN UMMI di Sukabumi Dibongkar Warga, Ini Klarifikasi Pelaku

Penulis: Feri Andika  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:51:02 WIB
Tungku pembakaran sampah karya mahasiswa KKN UMMI di Kampung Pasirbitung, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, dibongkar warga.

SUKABUMI — Pembongkaran tungku pembakaran sampah hasil karya mahasiswa KKN UMMI di Kampung Pasirbitung, Desa Mekartanjung, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, berbuntut panjang. A Kuswandi, pria yang membongkar fasilitas tersebut, buka suara dan mengaku bertindak atas perintah Haji Abuy, pemilik lahan yang tak lain adalah kerabatnya sendiri.

Edong, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa aksinya bukan aksi main hakim sendiri. Ia mengaku mendapat mandat langsung dari Haji Abuy untuk merobohkan bangunan yang berdiri tanpa izin di atas tanah miliknya.

"Pertama kan yang punya tanah ngomong sama saya. Kata dia, ada yang memberitahu bahwa ada pembangunan di tempatnya, tempat Haji Abuy. Cuman pembangunan tempat sampah itu tidak ada izin sama si Haji Abuy yang punya tempat," kata Edong saat dihubungi, Kamis (13/8/2026).

Kronologi Awal: Pertemuan Malam Hari dan Klaim Izin

Persoalan ini bermula pada Sabtu (8/8/2026) malam. Edong mendatangi lokasi dan bertemu dengan sejumlah mahasiswa KKN serta Kepala Desa Mekartanjung. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa mengklaim telah mengantongi izin dari pemerintah desa, sementara Kepala Desa menyebut lahan lereng tersebut sebagai area publik.

"Kades itu ngomong sama saya, 'Anda sebagai apa?' Saya bilang, saya sebagai saudaranya Haji Abuy, disuruh lihatin lokasi ini. Tempat sampah di sini tidak ada izin dari yang punya tanah," tegas Edong.

Bantahan Soal Lahan Publik dan Keberatan Pemilik Tanah

Edong membantah klaim bahwa lahan tersebut merupakan area publik. Menurutnya, berdasarkan dokumen jual-beli yang ia miliki, area lereng tersebut adalah bagian dari tanah milik Haji Abuy. Pemilik lahan keberatan karena lokasi tersebut rencananya akan diurug untuk bangunan pribadi dan khawatir muncul bau menyengat dari tempat sampah.

Keberatan tersebut disampaikan melalui pesan suara oleh Haji Abuy dan diteruskan Edong kepada Sekretaris Desa Mekartanjung pada Minggu (9/8/2026) pagi agar segera ditindaklanjuti.

Janji Dipindah Tak Kunjung Terealisasi, Tungku Akhirnya Dibongkar

Edong mengaku sempat menunggu hingga Senin (10/8/2026) sore agar pihak desa atau mahasiswa memindahkan sendiri fasilitas tersebut. Namun, karena tidak ada respons hingga ia pulang dari rumah sakit, Edong akhirnya membongkar tungku itu sendiri.

"Saya kan menghargai ke mahasiswa, ya udah hari Senin aja dulu buat laporan dia ke guru-gurunya. Tapi pas hari Senin sore saya lewat pulang dari rumah sakit, bangunan masih ada belum dibongkar. Langsung saya bongkar sendiri," ucap Edong.

Ia berharap insiden ini menjadi evaluasi penting terkait koordinasi perizinan lahan sebelum program pengabdian masyarakat dilaksanakan.

Kampus UMMI: Apresiasi Semangat Mahasiswa, Masih Dalami Kronologi

Secara terpisah, Humas UMMI Muhammad Taufik Hidayat menyatakan apresiasinya terhadap semangat mahasiswa KKN dalam memberikan solusi pengelolaan sampah. Menurutnya, program tersebut lahir dari niat baik untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Sesuai dengan tujuannya program KKN perlu dihargai karena memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Taufik.

Mengenai aksi perusakan, pihak universitas masih mendalami kronologi kejadian secara menyeluruh. Taufik menegaskan pihaknya belum ingin memberikan penilaian atau menyimpulkan lebih jauh mengenai pihak yang terlibat sebelum proses koordinasi selesai.

"Terkait perusakan tersebut, saat ini kami masih dalam proses koordinasi untuk mendapatkan informasi yang utuh dan akurat. Jadi kami belum ingin memberikan penilaian atau menyimpulkan lebih jauh mengenai pihak yang terlibat sebelum proses selesai," jelasnya.

Taufik memastikan keamanan dan kondisi psikologis mahasiswa menjadi prioritas utama pihak kampus pasca-insiden tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada informasi yang menunjukkan adanya konflik antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa maupun masyarakat.

"Sejauh informasi awal yang kami terima, belum terdapat informasi yang menunjukkan adanya konflik antara mahasiswa KKN dengan pemerintah desa maupun masyarakat. Untuk kondisi psikologis seperti trauma atau ketakutan, kami juga tidak ingin berspekulasi sebelum mendapatkan informasi langsung dan terverifikasi dari lapangan," pungkasnya.

Reporter: Feri Andika
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top