BANDUNG BARAT — Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkimtan) Kabupaten Bandung Barat tengah menyiapkan dokumen lelang pekerjaan cut and fill untuk lahan relokasi korban longsor Cipongkor. Lahan yang sudah dibebaskan pemerintah daerah itu akan diolah konturnya sebelum pembangunan 27 unit hunian tetap (huntap) dimulai.
Kepala Disperkimtan Bandung Barat Anni Roslianti mengatakan proses lelang cut and fill akan segera dimulai setelah dokumen selesai. "Kan sudah dibeli sama Pemda, sekarang mau lelang cut and fill. Baru mau proses lelang. Targetnya penyelesaian tiga bulan," ujarnya, Minggu (16/3).
Lahan relokasi berada di Kampung Bojong Huni, RT 02, RW 02, Desa Cibenda. Lokasinya sekitar 1,5 kilometer dari Kampung Gintung yang tertimbun material longsor pada 24 Maret 2024 lalu.
Pekerjaan cut and fill dilakukan untuk menyiapkan kontur tanah sebelum rumah dibangun. Dengan begitu, kawasan relokasi memiliki kondisi tanah yang lebih stabil dan aman untuk dihuni.
Pengadaan lahan ini sudah melalui sejumlah tahapan sejak 2025. Mulai dari studi kelayakan untuk memastikan keamanan lokasi, penyusunan dokumen pengadaan, hingga penilaian harga oleh tim appraisal.
Setelah cut and fill rampung, pembangunan 27 unit rumah akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Adapun Pemkab Bandung Barat bertanggung jawab terhadap pengadaan dan penyiapan lahan.
"Untuk relokasi rumahnya itu ada 27 KK (kepala keluarga). Kalau yang membangun itu nanti BNPB, kami bagian pengadaan lahan dan cut and fill," kata Anni.
Kepala Desa Cibenda Abdul Rohman menjelaskan, sebelumnya ada dua lahan milik pribadi yang diajukan sebagai lokasi relokasi. Berdasarkan kajian Badan Geologi, keduanya dinyatakan aman untuk permukiman. Pemerintah kemudian menetapkan lahan di Kampung Bojong Huni sebagai lokasi pembangunan huntap.
Lahan seluas 3.600 meter persegi itu tidak hanya untuk 27 unit rumah. Masih ada sisa lahan yang dialokasikan untuk fasilitas umum seperti masjid, sarana pengajian, madrasah, dan jalan.
"Ada 27 rumah, sisa lahan untuk fasilitas umum seperti masjid, sarana pengajian, madrasah dan jalan. Pembebasan lahan sama Pemkab," ujar Abdul.
Pembangunan huntap ini merupakan tindak lanjut penanganan bencana longsor yang menerjang Kampung Gintung tahun lalu. Bencana tersebut menyebabkan 25 rumah rusak berat dan sejumlah rumah lainnya terdampak. Sebanyak 10 orang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.
Dengan segera dimulainya proses lelang, Pemkab Bandung Barat menargetkan penyiapan lahan selesai dalam tiga bulan sebelum dilanjutkan pembangunan hunian bagi para penyintas.