JAWA BARAT — Pasar smartphone Indonesia memasuki babak baru di 2026 dengan gelombang peluncuran yang didominasi merek-merek asal China. Tecno, iQOO, Infinix, Vivo, dan Poco berlomba menghadirkan perangkat dengan spesifikasi yang sebelumnya hanya ada di kelas flagship, mulai dari kamera telefoto hingga teknologi pengisian daya cepat.
Berikut tujuh ponsel yang sudah resmi beredar dan menjadi sorotan utama di pasar lokal.
Fitur yang paling mencolok dari gelombang peluncuran tahun ini adalah kapasitas baterai yang melonjak drastis. iQOO Z11 5G membawa sel 9.020 mAh, angka yang biasa ditemukan di tablet, sementara Tecno Spark 50 menawarkan 7.000 mAh di segmen entry-level.
Infinix Note 60 Pro mengambil pendekatan berbeda dengan teknologi bypass charging. Fitur ini memungkinkan daya mengalir langsung ke motherboard saat bermain game, bukan ke baterai, sehingga suhu perangkat tetap terkendali dan umur baterai lebih panjang.
Tecno Camon 50 Pro dan Vivo V70 sama-sama membawa lensa telefoto 50 MP. Ini perubahan signifikan—sebelumnya, kamera zoom optik hampir mustahil ditemukan di rentang harga menengah. Vivo V70 bahkan menggandeng ZEISS untuk optimasi warna dan reproduksi gambar, kolaborasi yang sebelumnya eksklusif untuk lini flagship.
Strategi masing-masing merek cukup jelas. Vivo mengandalkan kolaborasi kamera ZEISS untuk menarik pengguna yang mementingkan fotografi. iQOO dan Poco menargetkan gamer dengan chipset bertenaga dan layar refresh rate tinggi. Sementara Tecno dan Infinix bermain di harga dengan tetap menyematkan spesifikasi yang sulit ditolak.
Bagi konsumen Indonesia, kondisi ini menguntungkan. Pilihan semakin beragam dengan selisih spesifikasi yang tipis antar merek. Yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan layanan purna jual dan pembaruan software, karena dua faktor itu sering menjadi pembeda pengalaman pemakaian jangka panjang.