BANDUNG — Kepastian kelanjutan MTQ Jabar akhirnya terjawab. Pemprov Jabar bersedia menjadi tuan rumah pengganti setelah Garut memutuskan mundur, sebuah keputusan yang disambut baik oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Jawa Barat.
Ketua Umum LPTQ Jabar, Asep Sukmana, menyampaikan apresiasi langsung kepada Pemprov Jabar atas kesediaan tersebut. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana strategis memupuk minat generasi muda dalam membaca dan memahami Al-Qur'an.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jabar yang telah bersedia menjadi tuan rumah MTQ Jabar," ujar Asep dalam keterangan yang diterima, Senin (3/7/2026).
Kabar baik ini telah dikonfirmasi secara resmi. Informasi mengenai kelangsungan ajang keagamaan tersebut sudah diteruskan kepada seluruh Ketua LPTQ tingkat kabupaten dan kota se-Jawa Barat, memastikan tidak ada ambiguitas di tingkat daerah.
Langkah ini dinilai krusial mengingat MTQ memiliki peran penting dalam syiar Islam. Ajang ini juga menjadi momentum untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Jawa Barat yang religius.
Di tengah persiapan, ada satu pesan tegas yang disampaikan. Dalam arahannya, KDM mengingatkan seluruh panitia untuk menjaga integritas, khususnya pada proses penilaian oleh dewan hakim.
"KDM berharap agar penyelenggaraan MTQ berlangsung secara jujur, termasuk pada tahap penjurian," tegasnya.
Pesan ini menjadi pengingat penting agar kompetisi berjalan kredibel. MTQ disebut sebagai momentum penting untuk menyebarkan syiar Islam dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an, sehingga kualitas penyelenggaraan harus dijaga.
Rangkaian MTQ Jabar dijadwalkan berlangsung pada awal tahun 2027. Ada dua lokasi ikonik yang akan digunakan untuk menggelar acara puncak.
Pemilihan dua lokasi bersejarah ini diharapkan memberikan kemeriahan tersendiri sekaligus menegaskan keseriusan Pemprov Jabar dalam menyukseskan hajat tahunan umat Islam tersebut.
Dengan adanya kepastian ini, para kafilah dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat kini dapat berfokus mempersiapkan diri. Tidak ada lagi kekhawatiran mengenai pembatalan atau penundaan ajang yang telah dinanti-nantikan ini.