JAWA BARAT — XForce Hybrid sebenarnya bukan nama asing lagi di pasar otomotif Indonesia. Model ini sempat dipamerkan dalam beberapa kesempatan, namun kehadirannya di GIIAS 2026 pekan ini menjadi ajang pertama kali publik bisa melihat langsung unit produksi secara utuh. Kami menyempatkan diri mengecek detail fisik dan fitur mobil ini di booth Mitsubishi, Jumat (31/7/2026). Perlu dicatat, ini adalah kesan awal dari pameran, bukan hasil uji kendara jangka panjang.
Mitsubishi masih mempertahankan harga khusus untuk XForce Hybrid selama periode pameran. Angka yang disebutkan dimulai dari Rp 400 jutaan, namun pihak pabrikan belum merinci secara gamblang varian mana yang masuk ke angka tersebut dan berapa selisihnya dengan harga normal setelah GIIAS usai.
Yang jelas, posisi harga ini menempatkan XForce Hybrid langsung bersaing dengan SUV hybrid sekelas dari merek lain. Untuk konteks, di kelas yang sama, beberapa kompetitor membanderol produk hybrid mereka di kisaran Rp 450-500 juta. Artinya, strategi harga ini cukup agresif untuk menarik konsumen yang selama ini ragu beralih ke teknologi elektrifikasi karena faktor biaya.
Secara visual, XForce Hybrid tidak banyak berubah dari versi mesin konvensional. Bahasa desain "Silky & Solid" ala Mitsubishi masih kental, dengan garis bodi tegas dan ground clearance yang cukup tinggi untuk mobil perkotaan. Namun, ada satu hal yang langsung menarik perhatian kami: elemen aksen biru pada emblem dan beberapa bagian bodi yang menandakan status hybrid-nya.
Sayangnya, dari pengamatan singkat, kualitas panel dan celah antar bodi masih terlihat standar pabrikan Jepang—rapat, tapi tidak istimewa. Ini bukan kekurangan, hanya ekspektasi yang perlu diluruskan jika Anda berharap material yang lebih mewah di harga Rp 400 jutaan.
Masuk ke dalam kabin, ruang kaki dan ruang kepala tetap menjadi nilai jual utama XForce. Joknya empuk dan posisi berkendara cukup tinggi, memberikan visibilitas yang baik. Layar head unit berukuran besar sudah mendukung koneksi smartphone, dan klaster instrumen digitalnya informatif.
Namun, inilah catatan pentingnya: penggunaan material hard plastic di beberapa bagian dasbor dan panel pintu masih mendominasi. Untuk mobil dengan harga Rp 400 jutaan, ini terasa kurang kompetitif dibanding beberapa rival yang sudah melapisi area sentuh dengan bahan soft-touch. Ini bukan soal fungsionalitas, melainkan persepsi kemewahan yang sering jadi pertimbangan pembeli di kelas ini.
Karena ini masih kesan awal dari stan pameran, ada beberapa hal yang belum bisa kami simpulkan dan wajib Anda tunggu hasil uji jalan mandiri:
XForce Hybrid adalah langkah berani Mitsubishi untuk mendemokratisasi teknologi hybrid di Indonesia. Dengan banderol Rp 400 jutaan, ia menjadi salah satu opsi paling masuk akal bagi keluarga muda yang ingin beralih dari mobil bensin ke elektrifikasi tanpa harus merogoh kocek lebih dalam.
Namun, sebelum Anda mengeluarkan uang puluhan juta untuk DP, tunggulah hasil uji kendara dari media otomotif lain. Kami belum bisa merekomendasikan pembelian final karena aspek terpenting—rasa berkendara dan konsumsi BBM aktual—belum teruji. Jika Anda tidak terburu-buru, menunggu hingga setelah GIIAS selesai untuk melihat ulasan komprehensif adalah langkah paling bijak.