Target CKG Nasional Baru Tersentuh 32 Juta dari 190 Juta pada 2029, Komisi IX DPR Desak Percepatan Puskesmas hingga ke Kelurahan

Penulis: Feri Andika  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 10:33:31 WIB
Anggota Komisi IX DPR dorong percepatan penambahan Puskesmas untuk capai target CKG 190 juta peserta pada 2029.

KOTA BEKASI — Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyatakan optimisme bahwa target ambisius 190 juta peserta CKG pada 2029 bisa tercapai. Optimisme ini muncul setelah Kementerian Kesehatan gencar melakukan percepatan, terutama melalui penambahan fasilitas kesehatan di Puskesmas yang menjadi garda terdepan layanan CKG.

Baru 32 Juta Peserta, Pemerintah Kejar Target Lewat Puskesmas

“Saat ini baru 32 juta orang melaksanakan CKG secara nasional dari target 190 juta pada 2029. Saya optimis target bisa terpenuhi apalagi pemerintah sudah menambah fasilitas kesehatan pada Puskesmas,” ujar Nuroji kepada wartawan di Kota Bekasi, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, penambahan fasilitas ini menjadi kunci utama. Sebab, bagi masyarakat di daerah yang sangat menggantungkan layanan kesehatan pada Puskesmas, keberadaan alat dan ruang pemeriksa yang memadai akan mendorong partisipasi mereka.

Strategi Baru: Satu Kelurahan Satu Puskesmas

Tak hanya menambah fasilitas di Puskesmas yang sudah ada, pemerintah pusat juga tengah mengejar target pemerataan geografis. Kebijakan baru tengah digodok untuk memperbanyak jumlah Puskesmas di Indonesia, dari yang sebelumnya satu kecamatan satu Puskesmas menjadi satu kelurahan satu Puskesmas.

“Puskesmas juga sedang diperbanyak, kalau di daerah itu biasanya satu kecamatan satu, sekarang satu kelurahan satu Puskesmas. Mudah-mudahan dengan ini akan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses CKG,” kata Nuroji.

CKG: Benteng Preventif agar Penyakit Kronis Tak Terlambat Ditangani

Nuroji juga menghimbau masyarakat untuk tidak menyia-nyiakan program CKG yang sepenuhnya gratis ini. Ia menekankan pentingnya deteksi dini sebagai upaya preventif, mengingat banyak penyakit kronis baru diketahui setelah kondisinya sudah parah.

“Banyak penyakit kronis baru diketahui setelah sudah memburuk, ini akibat masyarakat jarang melakukan pemeriksaan kesehatan. Makanya dengan keberadaan CKG ini masyarakat bisa memanfaatkannya dan ini gratis,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang lebih masif dan jangkauan layanan yang diperluas hingga ke tingkat kelurahan, pemerintah berharap angka partisipasi CKG bisa melonjak signifikan dalam tiga tahun ke depan.

Reporter: Feri Andika
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top