JAWA BARAT — Kunjungan Prasetyadi ke Samarinda tidak hanya berisi agenda operasional. Ia menyempatkan diri duduk bersama puluhan anak panti asuhan, berdialog, dan menyerahkan santunan secara simbolis. Dalam sambutannya, Prasetyadi menegaskan bahwa kehadiran Pelindo di daerah tidak melulu soal bongkar muat peti kemas atau lalu lintas kapal.
“Pelindo berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat, tidak hanya melalui layanan operasional pelabuhan, tetapi juga melalui kontribusi sosial bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat berbagi kebahagiaan, mempererat silaturahmi, serta memberikan semangat bagi anak-anak di sini,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak digelar sendiri oleh Pelindo. Jajaran manajemen Pelindo Regional 4 Cabang Samarinda turut hadir bersama perwakilan PT Pelindo Jasa Maritim (PJM). Kolaborasi dua anak usaha ini menunjukkan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan (TJSL) BUMN pelabuhan dikerjakan secara terpadu, bukan sekadar proyek bagian humas.
Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada pengurus panti dan anak-anak. Prasetyadi berharap kegiatan serupa bisa rutin dilakukan di titik-titik lain di wilayah kerja Kalimantan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membawa keberkahan dan menjadi pengingat bahwa pertumbuhan perusahaan perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan sosial,” tambahnya.
Bagi warga Samarinda, khususnya pengurus Panti Asuhan Muslim Aisyiyah Al Walidaturrahmah, kunjungan direksi BUMN skala nasional seperti ini menjadi angin segar. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pelabuhan yang padat, perhatian terhadap komunitas kecil di sekitar pelabuhan tetap mendapat tempat.