BABAKAN MADANG — Wajah SDN Cijayanti 04 di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, berubah total setelah proyek rehabilitasi selesai. Kesan megah dan nyaman langsung terlihat dari kondisi bangunan yang kini lebih representatif untuk kegiatan belajar mengajar.
Proyek ini menjadi angin segar bagi warga setempat yang selama ini menginginkan fasilitas pendidikan yang lebih layak. Dengan bangunan yang lebih kokoh dan ruang kelas yang lebih terang, diharapkan semangat belajar para siswa pun ikut meningkat.
Sebelum direhabilitasi, kondisi SDN Cijayanti 04 cukup memprihatinkan. Sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan, mulai dari atap bocor hingga lantai yang tidak rata. Kondisi ini kerap mengganggu konsentrasi siswa saat menerima pelajaran.
Kini, seluruh ruang kelas telah diperbaiki total. Cat tembok diperbarui dengan warna cerah, ventilasi udara diperbaiki agar sirkulasi lebih baik, dan lantai diganti dengan keramik baru. Fasilitas penunjang seperti toilet dan tempat wudhu juga ikut direnovasi.
Suasana baru di sekolah langsung dirasakan oleh para guru dan murid. Mereka tak lagi harus khawatir dengan atap bocor saat hujan turun. Proses belajar mengajar pun bisa berjalan lebih fokus dan nyaman.
Kepala sekolah setempat menyebutkan bahwa rehabilitasi ini memberikan motivasi baru bagi tenaga pengajar untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi. Lingkungan sekolah yang bersih dan rapi juga dinilai dapat membentuk karakter siswa yang lebih disiplin.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pendidikan memang terus mendorong perbaikan infrastruktur sekolah di berbagai kecamatan. Babakan Madang sebagai salah satu wilayah penyangga Jakarta membutuhkan sekolah berkualitas untuk menampung anak-anak dari keluarga pekerja.
Dengan rampungnya rehabilitasi SDN Cijayanti 04, kini warga tak perlu lagi menyekolahkan anaknya ke luar kecamatan. Hal ini sekaligus mengurangi beban biaya transportasi yang selama ini dikeluhkan orang tua murid.
Ke depan, perawatan berkala menjadi tantangan utama agar bangunan sekolah tetap terjaga. Partisipasi aktif dari komite sekolah dan wali murid sangat dibutuhkan untuk menjaga aset pendidikan ini tetap prima dalam jangka panjang.