JAKARTA — Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah ruang pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Jumat (21/3) dini hari. Aktivitas perkantoran di lantai 2 gedung BGN lumpuh total setelah seluruh pegawai dilarang masuk oleh petugas.
Pantauan di lokasi menunjukkan, petugas keamanan berjaga di setiap akses menuju lantai dua. Tidak ada satu pun pegawai yang diizinkan naik sejak pukul 04.00 WIB. Beberapa pegawai yang hendak mengambil dokumen atau barang pribadi diminta menunggu di lobi utama.
"Kami hanya diperbolehkan ambil barang yang benar-benar penting dan harus didampingi petugas," ujar seorang pegawai BGN yang enggan disebutkan namanya.
Penggeledahan ini terjadi di tengah proses pergantian pimpinan di BGN. Belum diketahui secara pasti apakah penggeledahan terkait dengan transisi tersebut atau kasus lain yang tengah didalami Kejagung. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BGN maupun Kejagung.
Kejaksaan Agung belum merilis keterangan resmi terkait barang bukti atau dokumen yang menjadi sasaran penggeledahan. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa penyidik menyita sejumlah dokumen dan berkas dari ruang pimpinan. Penggeledahan serupa belum pernah terjadi sebelumnya di lingkungan BGN.
Sejumlah pegawai yang masih berada di lantai dasar tampak berdiskusi mengenai situasi ini. "Kami hanya bisa menunggu informasi lebih lanjut dari pimpinan," kata salah satu staf administrasi BGN.
Penggeledahan ini dipastikan akan berdampak pada operasional BGN, terutama di lantai 2 yang menjadi pusat pengambilan keputusan strategis lembaga. Publik menunggu kejelasan dari Kejagung mengenai perkembangan penyidikan ini. Proses pergantian pimpinan BGN sendiri diperkirakan akan selesai dalam beberapa pekan ke depan.