BANDUNG — Keputusan FIFA itu disebutkan dalam surat resmi yang diterima pihak klub. Manajemen Persib Bandung buka suara dan memastikan bahwa sanksi ini tidak akan mengganggu persiapan tim untuk kompetisi musim depan.
Menurut keterangan manajemen, larangan mendaftarkan pemain baru ini berkaitan dengan sengketa kontrak yang belum tuntas. Pihak klub enggan merinci detail perkara, namun memastikan bahwa masalah tersebut bukan berasal dari utang gaji pemain atau pelatih.
“Kami sudah menerima surat pemberitahuan dari FIFA. Saat ini tim hukum sedang mempelajari isi surat dan menyiapkan langkah banding,” ujar perwakilan manajemen dalam keterangan resmi yang diterima awak media, Selasa (19/11/2024).
Manajemen Persib menegaskan bahwa mereka tidak tinggal diam. Langkah pertama yang diambil adalah mengajukan banding ke FIFA. Jika diperlukan, klub berencana membawa perkara ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
“Kami optimistis bisa menyelesaikan ini sebelum jendela transfer dibuka. Semua dokumen dan bukti sudah kami kumpulkan,” tambahnya.
Meski dilarang mendaftarkan pemain anyar, Persib masih bisa mempertahankan seluruh pemain yang ada saat ini. Larangan ini hanya berlaku untuk pendaftaran pemain baru, bukan untuk perpanjangan kontrak pemain lama atau aktivitas pertandingan.
Manajemen memastikan bahwa tim pelatih tetap bisa bekerja normal. “Tidak ada pengaruh ke pertandingan. Kami fokus ke persiapan,” ujar sumber di internal klub.
Untuk sementara, semua rencana perekrutan pemain baru ditunda hingga ada keputusan final dari FIFA. Manajemen belum mau berspekulasi soal target pemain yang sudah diincar sebelumnya.
“Kami tidak ingin terburu-buru. Yang penting selesaikan sanksi ini dulu,” pungkas manajemen.