DEPOK — Pemkot Depok memastikan tidak ada calon siswa yang putus sekolah hanya karena tidak lolos seleksi SMP negeri. Lewat program Rintisan Sekolah Swasta Gratis atau RSSG, sebanyak 47 sekolah swasta di kota ini siap menerima siswa tanpa dipungut biaya.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan Wali Kota Depok untuk memperluas akses pendidikan menengah pertama. RSSG menyasar anak-anak usia SMP yang orang tuanya tidak mampu membayar uang sekolah di lembaga swasta.
Siapa Saja yang Bisa Mendaftar RSSG?
RSSG diperuntukkan bagi warga Kota Depok yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Calon siswa juga bisa mendaftar jika orang tua mengalami pemutusan hubungan kerja atau kondisi ekonomi lain yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kelurahan.
Pemkot Depok menanggung seluruh biaya operasional sekolah mitra untuk setiap siswa RSSG. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui Dinas Pendidikan.
Daftar 47 Sekolah Swasta Gratis Mitra RSSG
Pemkot Depok belum merilis nama-nama sekolah secara serentak, namun program ini mencakup hampir seluruh kecamatan. Beberapa sekolah yang sudah dikonfirmasi sebagai mitra RSSG antara lain SMP IT Al Haraki, SMP Muhammadiyah 2, dan SMP Bina Insani. Dinas Pendidikan Depok menjanjikan daftar lengkap akan diumumkan melalui laman resmi dan kantor kelurahan.
Berikut fakta singkat program RSSG Kota Depok:
- 47 sekolah swasta menjadi mitra resmi program RSSG tahun ini.
- Gratis biaya sekolah hingga lulus, termasuk SPP dan uang pangkal.
- Sasaran utama: pemegang KIP, keluarga DTKS, dan korban PHK.
Bagaimana Cara Mendaftar?
Pendaftaran dilakukan secara offline di masing-masing sekolah mitra. Orang tua atau wali calon siswa harus membawa fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan dokumen pendukung seperti KIP atau surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Setiap sekolah memiliki kuota terbatas, sehingga pendaftar disarankan segera menghubungi sekolah tujuan.
Kepala Dinas Pendidikan Depok menyebutkan bahwa program ini sudah berjalan sejak tahun ajaran sebelumnya dan terus diperluas. "Kami ingin memastikan tidak ada anak di Depok yang putus sekolah hanya karena faktor biaya," ujarnya dalam keterangan resmi.
Apa yang Terjadi Jika Kuota Penuh?
Pemkot Depok menyediakan jalur konsultasi melalui posko pendidikan di setiap kecamatan. Jika kuota RSSG di satu sekolah penuh, calon siswa akan diarahkan ke sekolah mitra lain yang masih memiliki daya tampung. Dinas Pendidikan juga membuka hotline pengaduan bagi orang tua yang mengalami kendala administrasi.
Program RSSG menjadi alternatif utama bagi ribuan lulusan SD di Depok yang tidak lolos seleksi SMP negeri. Dengan 47 sekolah swasta gratis, Pemkot Depok berharap angka partisipasi sekolah menengah pertama di kota ini bisa mencapai 100 persen.