JAWA BARAT — Peristiwa terjadi ketika ponsel milik warga Kanada itu diisi daya menggunakan kabel bawaan dan charger pihak ketiga 20W USB-PD—Samsung tak lagi menyertakan adaptor dalam kotak penjualan. Perangkat diletakkan di atas kasur tempat ia dan anaknya tidur, meski tidak di bawah bantal. Sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat, suara letusan keras membangunkan mereka.
Pecahan Logam dan Plastik Berhamburan seperti Kembang Api
"Saya mendengar suara letusan, lalu pecahan logam dan plastik beterbangan seperti kembang api dari ponsel," tulis pengguna tersebut di forum Reddit. Tim pemadam kebakaran datang untuk memadamkan asap dan mengamankan perangkat. Rambut korban hangus, dan ia mengalami luka bakar kecil di leher. Anaknya disebut masih dalam kondisi trauma setelah kejadian.
Ponsel yang dibeli baru dari operator Virgin enam bulan lalu itu masih dalam cicilan bulanan. Korban mengaku menyimpan ponsel dalam dompet kulit tebal yang juga berisi koin—kondisi yang mungkin menjebak panas dan memicu pelarian termal (thermal runaway).
Tiga Insiden Kebakaran Galaxy S Series dalam Setahun
Ini adalah laporan ketiga yang mencuat di tahun 2026. Sebelumnya, Galaxy S25 Plus dilaporkan meledak saat diisi daya pada awal tahun, disusul Galaxy S24 yang terbakar di tangan pengguna saat dipakai normal. Samsung mengeluarkan pernyataan untuk insiden pertama, namun bungkam untuk kasus kedua. Hingga berita ini diturunkan, perusahaan belum memberikan tanggapan resmi atas laporan terbaru, meski korban sudah memiliki nomor tiket layanan.
Android Authority yang pertama kali meliput kasus ini telah menghubungi Samsung untuk dimintai komentar. Sejauh ini, belum ada respons.
Apakah Pengguna Galaxy Perlu Khawatir?
Meski tiga insiden terdengar mengkhawatirkan, jumlahnya masih sangat kecil dibandingkan puluhan juta unit Galaxy S series yang terjual secara global. Samsung dan analis industri menilai ini adalah kasus terisolasi. Namun, kejadian ini membuka kembali diskusi tentang keamanan baterai lithium-ion dan praktik pengisian daya yang aman.
Produsen ponsel selalu menyarankan penggunaan aksesori resmi. Tapi jika tidak memungkinkan, setidaknya gunakan charger dan kabel dari merek ternama—bukan produk tanpa nama. Dompet atau casing kulit tebal juga sebaiknya dihindari karena menutupi seluruh permukaan ponsel dan menghambat pembuangan panas. Meskipun sistem keamanan ponsel modern seharusnya mencegah panas berlebih, panas yang terperangkap tetap mempercepat degradasi baterai dalam jangka panjang.
Yang Harus Dilakukan Jika Ponsel Terbakar
Jika menghadapi situasi serupa, jangan menyentuh ponsel yang terbakar atau mengeluarkan asap dengan tangan kosong. Jauhkan orang-orang dari lokasi dan hindari menghirup asap atau uap kimia. Jangan menyiram dengan air di dalam ruangan—baterai lithium-ion bisa bereaksi tak terduga. Segera hubungi pemadam kebakaran dan biarkan petugas yang menangani.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi pengguna di Indonesia: meski insiden langka, kebiasaan menaruh ponsel di kasur saat mengisi daya—apalagi di bawah bantal atau dalam casing tebal—bukan praktik yang disarankan oleh insinyur mana pun.