BOGOR — Wacana mengubah nama dua ruas jalan utama di pusat Kota Bogor, yakni Jalan Batutulis dan Jalan Suryakencana, mendapat sorotan dari sejumlah tokoh masyarakat. Alih-alih menyetujui perubahan tersebut, mereka justru mendorong agar pemerintah kota lebih fokus pada penguatan kawasan itu sebagai ikon sejarah dan pariwisata.
Menurut para tokoh yang menyampaikan pendapatnya baru-baru ini, kawasan Batutulis–Suryakencana memiliki nilai historis yang kuat dan potensi ekonomi yang belum digarap maksimal. Mereka menilai mengganti nama jalan tanpa diikuti pengelolaan kawasan yang terintegrasi hanya akan menghilangkan identitas tanpa manfaat nyata.
Para tokoh berpendapat bahwa Jalan Batutulis dan Suryakencana bukan sekadar akses lalu lintas, melainkan wajah sejarah Kota Bogor. Nama Batutulis merujuk pada situs prasasti Pakuan Pajajaran, sementara Suryakencana merupakan poros perdagangan dan kuliner yang sudah dikenal luas.
“Mengganti nama jalan tanpa program penguatan kawasan hanya akan membingungkan warga dan menggerus nilai sejarah,” ujar salah satu tokoh yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan, pemerintah seharusnya fokus pada penataan trotoar, penerangan, dan promosi wisata di sepanjang koridor tersebut.
Selain persoalan identitas, perubahan nama jalan juga berpotensi menimbulkan dampak administratif. Ratusan pelaku UMKM di sepanjang Jalan Suryakencana harus memperbarui dokumen perizinan, alamat surat menyurat, hingga papan nama usaha.
Para tokoh menilai biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk adaptasi ini tidak sebanding dengan manfaat yang dihasilkan. Mereka mendorong agar anggaran yang direncanakan untuk sosialisasi perubahan nama dialokasikan ke program revitalisasi kawasan yang lebih konkret.
Alih-alih mengganti nama, para tokoh mengusulkan pemerintah kota memperkuat kawasan Batutulis–Suryakencana melalui penataan fisik dan promosi wisata. Beberapa usulan yang mengemuka antara lain:
Dengan pendekatan ini, identitas historis kawasan tetap terjaga, sementara potensi ekonomi dan pariwisata bisa dioptimalkan. Pemerintah kota diharapkan segera melakukan dialog lanjutan dengan para tokoh, pelaku usaha, dan warga sebelum mengambil keputusan final terkait rencana perubahan nama jalan tersebut.