BANDUNG — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan mekanisasi komoditas sorgum di lahan percontohan seluas 50 hektare. Penandatanganan berlangsung di sela puncak HUT Ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu, dan melibatkan perusahaan offtaker serta Paguyuban Pasundan.
BANDUNG — PT Dirgantara Indonesia (PTDI) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menggarap mekanisasi komoditas sorgum di lahan percontohan seluas 50 hektare. Kesepakatan ini ditandatangani di sela puncak HUT Ke-50 PTDI di Kompleks PTDI Bandung, Sabtu, bersama perusahaan offtaker PT Santana Manggala Karya dan Paguyuban Pasundan.
Dalam skema kolaborasi ini, Pemprov Jabar menyediakan lahan pertanian. PTDI mengambil peran penuh untuk merancang, memproduksi, hingga mengaplikasikan alat mekanisasi yang digunakan untuk mengolah produk derivatif sorgum.
Bukan Aksi Seremonial, PTDI Fokus Transfer Teknologi Industri
Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan pada komoditas sorgum merupakan wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Langkah ini juga menjadi bagian dari misi strategis perusahaan untuk mentransfer teknologi industri presisi guna memodernisasi peralatan derivatif pertanian di Jawa Barat.
"Insya Allah, hari ini kita tanda tangani MoU antara Pemda Jabar, offtaker PT Santana Manggala Karya, PTDI dan dinaungi oleh Paguyuban Pasundan. Kita menandatangani nota kesepakatan bersama," kata Gita.
"PTDI tugasnya adalah melakukan mekanisasi. Jadi kami menghasilkan berbagai macam mesin untuk derivatif program sorgum," ujarnya.
Ekosistem Edukasi dan Pelatihan Penerbangan Ikut Diperkuat
Di luar sektor pangan, PTDI memperluas jangkauan edukasi dengan merancang program Goes to School dan kolaborasi bersama perguruan tinggi di bawah naungan Paguyuban Pasundan. Tujuannya, membumikan industri kedirgantaraan kepada generasi muda sejak dini.
Pada kesempatan yang sama, perusahaan juga menyiapkan training center yang telah mengantongi kerja sama Approved Maintenance Training Organization (AMTO) di Bali Utara. Fasilitas ini dirancang untuk melahirkan lulusan bersertifikasi ahli pemeliharaan pesawat.
Penguatan kapasitas industri tersebut turut disokong arahan Danantara Development untuk mengonsolidasikan diaspora pakar aviasi Indonesia di luar negeri. PTDI kini tidak hanya fokus pada produksi pesawat, tetapi siap membangun siklus industri dan teknologi nasional secara menyeluruh.