Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna mendorong kesiapan pengaturan lalu lintas truk pengangkut sampah menuju Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung. Fasilitas ini diproyeksikan menerima sekitar 2.000 ton sampah per hari dari enam kabupaten/kota, sehingga rawan mengganggu mobilitas warga jika akses jalannya tidak direncanakan matang.
BANDUNG — Rencana operasional Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung memunculkan pekerjaan rumah baru bagi pemerintah daerah. Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menegaskan bahwa pengaturan lalu lintas truk pengangkut sampah harus dipersiapkan sejak sekarang, berbarengan dengan pembangunan fasilitas utamanya.
Menurut Buky, volume sampah yang bakal dikirim ke lokasi sangat besar, mencapai 2.000 ton per hari. Tanpa rekayasa jalan yang baik, aktivitas distribusi ini berpotensi mengganggu arus kendaraan dan kegiatan ekonomi warga di sekitar jalur yang dilalui.
Rute Pengiriman dari Enam Daerah Jadi Perhatian Utama
"Yang kami pikirkan adalah bagaimana mengatur lalu lintas truk, karena setiap hari ada 2.000 ton sampah yang dikirim," kata Buky dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.
Ia menambahkan, koordinasi antara Pemprov Jabar, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait menjadi kunci untuk menyusun sistem distribusi yang efisien. Jalur yang dilalui truk sampah nantinya harus dipastikan tidak menghambat mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi di sekitarnya.
Kabupaten Bandung Siap Kirim 500 Ton Sampah di Tahap Awal
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan dukungannya terhadap pembangunan PSEL Legok Nangka. Pihaknya siap mendukung kebutuhan penunjang operasional, termasuk aspek lalu lintas dan distribusi sampah dari wilayahnya.
"Yang pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Bandung siap mendukung, baik yang di Legok Nangka, di Sarimukti, maupun yang direncanakan di PSEL Margaasih nanti," ujar Dadang.
Pada tahap awal, Kabupaten Bandung diperkirakan mengirim sekitar 400 hingga 500 ton sampah per hari ke PSEL Legok Nangka. Namun, volume tersebut bisa terbagi jika TPPAS Sarimukti dan PSEL Margaasih nantinya ikut beroperasi.
Produksi Sampah Bandung Capai 1.800 Ton Per Hari
Dadang menyebut kebutuhan fasilitas pengolahan sampah semakin mendesak seiring pertumbuhan penduduk Kabupaten Bandung yang diperkirakan segera mencapai empat juta jiwa. Saat ini, produksi sampah daerah tersebut mencapai sekitar 1.800 ton per hari.
Keberadaan PSEL Legok Nangka diharapkan mampu memperkuat kapasitas pengelolaan sampah dan menjadi solusi atas persoalan sampah yang selama ini membelit kawasan Bandung Raya.