GARUT — Garut Hebat Fest 2026 resmi bergulir di Gedung Pendopo, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota. Festival yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Juli 2026, mempertandingkan tiga kategori: Bintang Vokalis, Gambus, dan Qasidah Rebana Klasik. Ajang ini diikuti perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa seni musik Islami adalah identitas utama masyarakat Garut. Ia berharap kegiatan ini bisa mendorong aktivitas ekonomi warga, terutama dari kunjungan peserta dan penonton dari berbagai daerah.
Qasidah sebagai Media Dakwah dan Ekonomi
Pemkab Garut tidak hanya menjadikan festival ini ajang kompetisi. Seni musik Islami diposisikan sebagai media dakwah yang menyampaikan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan seni dan budaya. “Keunggulan identitas masyarakat Garut adalah seni budaya yang berbasis Islami. Kami berharap kegiatan ini dapat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah,” ujar Bupati Abdusy Syakur Amin.
Pemerintah daerah juga telah meminta Kementerian Agama untuk menyusun agenda lomba seni musik Islami secara berkelanjutan. Langkah itu diharapkan menjadi kompetisi antarsekolah guna membina generasi muda.
Apresiasi dari Lasqi: Garut Konsisten Lahirkan Juara Nasional
Pembukaan festival dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum DPW Lembaga Seni Qasidah Lasqi Nusantara Jaya Provinsi Jawa Barat KH Maman Imanul Haq, Ketua Umum DPP Lasqi Jazlul Fawaid, dan Kepala Kanwil Kemenag Jabar H Dudu Rohman. KH Maman Imanul Haq mengapresiasi dukungan penuh Pemkab Garut terhadap pengembangan qasidah.
“Saya bangga. Pak Bupati dan pemerintah memfasilitasi secara penuh sehingga Garut memiliki kaderisasi festival dan lomba, dan akhirnya berhasil meraih juara nasional,” kata Maman.
Ia menegaskan bahwa qasidah harus terus dikembangkan sebagai media dakwah. Menurutnya, Garut konsisten membangun ekosistem seni musik Islami hingga melahirkan juara di tingkat nasional.
Mencari Bibit Unggul Generasi Muda
Ketua Umum DPD Lasqi Kabupaten Garut Iden Sambas menyebut festival tahun ini mengusung tema “Mari Kita Kembangkan Musik Islami untuk Mewujudkan Masyarakat yang Madani”. Ia menambahkan, ajang ini menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang seni musik Islami.
Bupati menekankan bahwa festival bukan sekadar perlombaan. Kegiatan ini merupakan sarana pendidikan budaya agar generasi muda semakin mencintai warisan seni daerah. Dampak ekonomi diharapkan muncul dari aktivitas masyarakat dan kunjungan peserta dari berbagai daerah selama dua hari penyelenggaraan.