Pencarian

Kisah Viknes Waren, Model Internasional yang Gagal ke Amerika karena Cedera Basket, Mentalnya Dibentuk DBL

Senin, 06 Juli 2026 • 14:50:01 WIB
Kisah Viknes Waren, Model Internasional yang Gagal ke Amerika karena Cedera Basket, Mentalnya Dibentuk DBL
Viknes Waren saat mengikuti sesi pemotretan di panggung mode internasional.

YOGYAKARTA — Nama Viknes Waren belakangan mencuat setelah ia sukses berkarier sebagai model di panggung fashion Eropa. Namun, di balik sorotan lampu kamera dan runway internasional, tersimpan kisah pilu tentang dua kali kegagalan yang justru membentuk karakter pemuda asal Yogyakarta itu. Sebelum dikenal dunia mode, Viknes adalah pebasket muda berbakat yang nyaris menjadi bagian dari Honda DBL Indonesia All-Star, tim basket elite pelajar Indonesia.

Cedera di Momen Krusial: Mimpi ke Amerika Pupus

Pada tahun 2018, alumnus SMA Budi Mulia 2 Yogyakarta ini tampil impresif sejak gelaran Honda DBL DI Yogyakarta. Performa apiknya membawanya kembali mendapatkan kesempatan melalui jalur wild card di DBL Camp. Namun, takdir berkata lain. Cedera engkel yang ia derita tepat sebelum keberangkatan memupuskan kesempatan emasnya untuk terbang ke Amerika Serikat bersama skuad Honda DBL Indonesia All-Star.

Bagi banyak orang, kegagalan tersebut mungkin menjadi akhir dari segalanya. Namun, tidak bagi ibunda Viknes, Nour Malasari, yang akrab disapa Mami Megha. Ia justru melihat momen itu sebagai titik balik yang tak ternilai harganya.

"Dia Fighter, Disiplin, dan Tak Pernah Mengeluh"

Menurut Mami Megha, kegagalan putranya menembus skuad DBL Indonesia All-Star justru menjadi salah satu pilar yang membangun perjalanan hidup Viknes hingga akhirnya dikenal sebagai model internasional.

“Memang Viknes gagal berangkat ke Amerika lewat DBL karena cedera. Tapi buat saya, yang paling berharga justru bukan itu. Yang dia bawa sampai sekarang adalah nilai-nilai yang dia pelajari selama di basket dan DBL,” ujar Mami Megha.

Ia mengaku masih mengingat betul perkataan salah satu agensi model yang pertama kali menaungi Viknes. “Mereka bilang ke saya, Viknes itu bukan cuma ganteng. Dia fighter. Dia disiplin. Dia sopan. Dan tidak pernah mengeluh,” kenangnya.

Basket dan DBL: Sekolah Karakter yang Tak Tergantikan

Bagi Mami Megha, keempat karakter itu—petarung, disiplin, sopan, dan pantang mengeluh—bukan muncul begitu saja. Ia melihat sendiri bagaimana kerasnya latihan basket, kedisiplinan yang ditanamkan para pelatih, hingga proses panjang mengikuti kompetisi DBL membentuk mental putra bungsunya.

Viknes memang tidak berhasil mewujudkan mimpinya melalui jalur basket. Namun, kehidupan sebagai student-athlete telah membentuk karakter yang kemudian menjadi modal utama ketika ia memasuki industri mode internasional yang sangat kompetitif. Kisah ini menjadi bukti bahwa kegagalan di satu pintu, bisa menjadi kunci menuju pintu kesuksesan yang lain.

Bagikan
Sumber: jabarekspres.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks