BANDUNG — Angka pengangguran di Kota Bandung yang mencapai 99.300 orang mendorong Pemerintah Kota untuk melakukan transformasi program ketenagakerjaan secara menyeluruh. Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, mengakui tekanan ekonomi seperti inflasi dan kenaikan harga bahan bakar turut mempersulit upaya penurunan angka tersebut.
“Kami terus bekerja keras agar jumlah tersebut terus berkurang meskipun situasi ekonomi sedang penuh tantangan,” kata Yayan di Kantor Disnaker Kota Bandung, Selasa (30/6/2026).
Pelatihan Dasar dan Bersertifikat Dipisah
Mulai tahun depan, pola pelatihan kerja akan dipecah menjadi dua skema. Pelatihan dasar seperti memasak, tata rambut, dan keterampilan digital yang tidak memerlukan sertifikasi akan dialihkan ke perangkat daerah lain, seperti Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Dinas Sosial.
Disnaker akan fokus pada pelatihan berbasis kompetensi yang menghasilkan sertifikasi. Langkah ini diambil agar peserta memiliki daya saing lebih tinggi di pasar kerja.
Subsidi Langsung untuk Calon Peserta Magang Luar Negeri
Skema magang ke luar negeri juga dirombak total. Jika sebelumnya pemerintah melatih peserta secara massal sebelum diberangkatkan, kini Disnaker memberikan subsidi langsung kepada calon peserta yang sudah diterima oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).
“Kami sekarang jemput bola. Ketika ada warga Bandung yang sudah siap berangkat melalui LPK, kami memberikan subsidi. Dengan begitu bantuan menjadi lebih tepat sasaran,” ujar Yayan.
Perubahan ini dilakukan setelah evaluasi menunjukkan banyak peserta pelatihan sebelumnya batal berangkat karena faktor keluarga dan kendala lainnya.
Job Fair Kini Keliling Kecamatan dan Bisa Diakses Online
Disnaker juga mengubah konsep job fair. Jika sebelumnya dipusatkan di satu tempat, kini kegiatan akan bergilir ke kecamatan dengan kebutuhan tenaga kerja tinggi agar lebih dekat dengan masyarakat. Pelaksanaannya diperkuat melalui aplikasi New Bimma.
Saat ini tercatat sekitar 20 perusahaan membuka lebih dari 2.492 lowongan kerja melalui New Bimma. Selain itu, tersedia pula 1.792 lowongan dari platform nasional yang bisa diakses masyarakat.
“Intensitas job fair kami tingkatkan menjadi sebulan sekali dan pelaksanaannya dibuat lebih efisien melalui sistem online,” jelas Yayan.
Disnaker juga menghadirkan layanan Talent Hub secara gratis. Layanan ini memberikan tes minat dan bakat bersama psikolog agar pencari kerja bisa mengetahui bidang yang paling sesuai dengan potensi mereka.
Kebutuhan Tenaga Kerja Didominasi Sektor Ritel dan Logistik
Menurut Yayan, kebutuhan tenaga kerja di Kota Bandung saat ini masih didominasi sektor perdagangan, ritel, pemasaran, serta logistik dan ekspedisi. Sektor perhotelan masih terbatas, meski kemampuan komunikasi dan public speaking tetap dibutuhkan.
Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Bandung menargetkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,22 persen.
Respons positif datang dari para pencari kerja. Resa Septiani mengaku proses melamar melalui aplikasi lebih praktis. “Lebih mudah lewat web. Jadi saat interview kita sudah tahu pertanyaan-pertanyaan awal yang sebelumnya diisi di aplikasi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Teguh Putra. Menurutnya, sistem rekrutmen secara daring membuat proses pencarian kerja lebih efisien. “Tidak perlu keluar rumah hanya untuk mengirim lamaran. Datang cukup saat ada panggilan interview, jadi lebih menghemat waktu,” tuturnya.