BANDUNG — BMKG meminta warga Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi yang diprediksi terjadi hari ini. Peringatan ini dikeluarkan setelah prakirawan memantau perkembangan Siklon Tropis Mekkhala yang bergerak di timur laut Filipina.
Siklon Tropis Mekkhala dan Sirkulasi Siklonik Jadi Pemicu
Prakirawan BMKG Ina Indah menjelaskan Siklon Tropis Mekkhala memiliki tekanan 935 hektopaskal dengan kecepatan angin maksimum mencapai 95 knot. Siklon ini bergerak ke arah barat hingga barat laut.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah siklon tropis, sirkulasi siklonik, dan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi tersebut," kata Ina dalam siaran resmi BMKG.
Selain Siklon Mekkhala, BMKG juga memantau sirkulasi siklonik di Selat Makassar dan Samudra Pasifik utara Papua Nugini. Kedua fenomena ini turut memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
Daerah Perlambatan Angin Terbentang dari Sumatera hingga Papua
BMKG mengidentifikasi daerah perlambatan angin atau konvergensi yang terbentuk di sejumlah titik strategis. Wilayah tersebut meliputi Selat Malaka, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, hingga perairan utara Jawa Barat.
Tak hanya itu, zona konvergensi juga terpantau membentang dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Laut Flores, Laut Seram, hingga Papua Pegunungan dan Papua Barat. Kondisi ini memperluas potensi hujan di berbagai daerah.
Warga Jabar Diminta Pantau Informasi Cuaca Terbaru
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di Jawa Barat, untuk tidak lengah terhadap potensi hujan lebat yang bisa memicu banjir atau tanah longsor. Informasi cuaca terkini dapat diakses melalui laman resmi BMKG dan media sosial @infobmkg.
Hingga berita ini diturunkan, BMKG belum menyebutkan durasi pasti dari peningkatan intensitas hujan ini. Masyarakat di wilayah rawan bencana diminta untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang setempat.