KABUPATEN BOGOR — Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendorong momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H tidak sekadar dirayakan secara seremonial, melainkan dijadikan pijakan untuk melakukan perubahan nyata. Ia menekankan bahwa esensi hijrah harus berorientasi pada peningkatan kualitas pribadi dan kehidupan sosial yang lebih baik.
"Hijrah yang kita maknai bukan hanya berpindah tempat, tetapi berpindah menuju kualitas yang lebih baik. Hijrah dari perpecahan menuju persatuan, dari sikap individual menuju kepedulian sosial, dari kemunduran menjadi kemajuan, serta dari kelemahan umat menuju umat yang kuat, mandiri, dan berdaya saing," ujar Erwan dalam sambutannya di Masjid Nurul Wathan, Pakansari.
Tiga Program Strategis Berbasis Masjid Diluncurkan
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengapresiasi peluncuran tiga program strategis yang berfokus pada kemaslahatan umat. Ketiga program tersebut adalah Program Satu Data Masjid Indonesia, Gerakan Kegiatan Ekonomi Umat Berbasis Masjid, dan Gerakan Transformasi Digital Manajemen Masjid.
Erwan menilai langkah inovatif itu menjadi bukti bahwa fungsi masjid di era modern telah meluas. "Program-program tersebut menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat peradaban umat," ungkapnya.
MAN II Mendunia 2026: Ajang Syiar dan Pemberdayaan Generasi Muda
Wagub Jabar juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara MAN II Mendunia 2026. Kompetisi azan tingkat dunia ini dinilai berhasil memadukan syiar religius dengan dimensi sosial, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
"Melalui kompetisi ini kita tidak hanya mencari siapa yang memiliki suara terbaik, tetapi juga menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap syiar Islam," imbuh Erwan. Ia berharap ajang ini mampu mencetak generasi muda berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan, dan berjiwa mengabdi.
Tema yang diusung dalam peringatan tahun baru Islam kali ini, "Berhijrah Merajut Ukhuwah, dalam Damai dan Harmoni untuk NKRI", dinilai Erwan sangat relevan dengan dinamika kebangsaan saat ini. Menurutnya, hijrah merupakan upaya kolektif untuk mendongkrak kualitas personal sekaligus kehidupan sosial kemasyarakatan.