TASIKMALAYA — Langkah preventif jajaran Polsek Mangkubumi ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Ipan Faizal. Operasi yang masuk dalam Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) itu memfokuskan sasaran pada titik-titik rawan yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya kelompok pemuda.
Target Operasi: Balap Liar hingga Curanmor
Petugas tidak hanya melakukan patroli biasa. Dalam operasi senyap tersebut, personel memburu potensi gangguan keamanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat. Mulai dari aksi nekat balap liar di jalanan, teror kelompok berandalan bermotor, hingga ancaman kasus 3C yakni curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), dan curanmor (pencurian kendaraan bermotor).
Patroli Dialogis: Polisi Sambangi Warga dan Bubarkan Nongkrong Larut Malam
Tidak sekadar lewat dan menakut-nakuti, personel kepolisian juga menggelar patroli dialogis. Mereka menyambangi warga secara humanis untuk menjalin komunikasi. Kerumunan pemuda yang kedapatan masih nongkrong hingga larut malam langsung dibubarkan oleh petugas.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan mampu mencegah aksi balap liar dan berandalan bermotor,” tegas Iptu Ipan Faizal mewakili Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto.
Mengapa Operasi Senyap Digelar?
Operasi ini merupakan respons cepat jajaran Polsek Mangkubumi untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif. Dengan metode senyap, petugas bisa menyasar titik-titik yang selama ini luput dari pengawasan patroli rutin. Pihak kepolisian berharap kehadiran mereka secara mendadak mampu menekan angka kriminalitas jalanan secara signifikan.
Warga Diajak Aktif Jaga Lingkungan
Lewat KRYD yang digelar secara berkelanjutan, Polsek Mangkubumi juga mengajak masyarakat untuk ikut aktif bersinergi. Warga diminta melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Sinergi antara polisi dan warga dinilai sebagai kunci utama mencegah aksi kejahatan jalanan sebelum terjadi.