JAWA BARAT — Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya pukul 11.27 Wita. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada kedalaman 10 kilometer, sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu. Episenter juga berjarak 54 kilometer dari Kabupaten Sigi dan 70 kilometer dari Kabupaten Poso.
Kerusakan Tersebar di Tiga Kabupaten/Kota
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan laporan sementara mencatat adanya kerusakan bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. “Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (16/6).
Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung. BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD setempat telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh.
13 Gempa Susulan, Masyarakat Diimbau Waspada
BMKG melaporkan telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) hingga pukul 12.17 Wita dengan magnitudo bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.
“Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak,” kata Muhari. BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG.
Warga diminta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah dan segera menjauhi bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.
Guncangan Dirasakan Kuat, Warga Berhamburan
Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah. BPBD Kota Palu melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.
Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi. Guncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan.
Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. Di Kabupaten Parigi Moutong, getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.