Pencarian

Anggota DPRD Jabar Aten Munajat Ingatkan Pemerintah soal Wajib Belajar 12 Tahun, 2,9 Juta Anak Indonesia Masih Putus Sekolah

Minggu, 14 Juni 2026 • 18:54:31 WIB
Anggota DPRD Jabar Aten Munajat Ingatkan Pemerintah soal Wajib Belajar 12 Tahun, 2,9 Juta Anak Indonesia Masih Putus Sekolah
Anggota DPRD Jabar Aten Munajat mengingatkan pentingnya realisasi wajib belajar 12 tahun tanpa hambatan.

GARUT — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Aten Munajat, menegaskan bahwa tahun ajaran baru harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah. Ia mendorong realisasi program wajib belajar 12 tahun berjalan tanpa hambatan.

"Negara hadir untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan hingga tuntas minimal 12 tahun," kata Aten Munajat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu.

2,9 Juta Anak Indonesia Masih Tidak Sekolah

Komisi V DPRD Jabar yang membidangi pendidikan, kata Aten, terus mengawasi pelaksanaan pendidikan, termasuk pada masa kenaikan tingkat sekolah saat ini. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari akses pendidikan yang merata.

"Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa banyak anak-anak yang mampu menyelesaikan pendidikan menengah dan memiliki kesempatan memperbaiki kehidupannya," ujar Aten.

Berdasarkan data Kemendikdasmen tahun 2025, masih terdapat sekitar 2,9 juta anak tidak sekolah (ATS) usia 7–18 tahun di Indonesia. Kelompok usia 16–18 tahun atau setara SMA/SMK menjadi yang terbanyak, mencapai lebih dari 2 juta anak.

Tiga Hambatan Utama Akses Pendidikan

Aten menyoroti tiga faktor utama yang menyebabkan anak-anak kehilangan hak pendidikannya. Pertama, kemiskinan yang memaksa anak bekerja membantu ekonomi keluarga. Kedua, jarak sekolah yang jauh dari rumah, terutama di daerah terpencil. Ketiga, keterbatasan fasilitas sekolah yang tidak merata.

"Tidak boleh ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena kemiskinan, jarak sekolah yang jauh, atau keterbatasan fasilitas," kata Aten.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Pemerintah Daerah?

Pernyataan Aten Munajat ini menjadi pengingat bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Barat untuk mengoptimalkan program beasiswa, bantuan operasional sekolah, serta pembangunan infrastruktur pendidikan. Komisi V DPRD Jabar berkomitmen mengawal agar anggaran pendidikan benar-benar menyentuh kelompok anak paling rentan putus sekolah.

Bagikan
Sumber: jabar.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks