Pencarian

TNI AD dan Pemprov Jabar Bahas Penanganan Sampah Jadi Bahan Bakar hingga Antisipasi Kekeringan Akibat Kemarau Panjang

Kamis, 04 Juni 2026 • 23:42:31 WIB
TNI AD dan Pemprov Jabar Bahas Penanganan Sampah Jadi Bahan Bakar hingga Antisipasi Kekeringan Akibat Kemarau Panjang
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam rakor penanganan sampah dan kekeringan di Jawa Barat.

JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyebut persoalan sampah di Jawa Barat sudah melampaui isu kebersihan dan masuk ke ranah strategis nasional. Dalam rakor bersama Gubernur Dedi Mulyadi, para bupati/wali kota, dan jajaran Kodam III/Siliwangi, ia menekankan bahwa sampah kini terkait dengan kesehatan masyarakat, ketahanan energi, dan keberlanjutan pembangunan.

Teknologi Sampah Jadi Bahan Bakar Mulai Dikembangkan di 6 TPA

Salah satu program utama yang dibahas adalah pengembangan teknologi waste to fuel di sejumlah tempat pembuangan akhir. Kepala Staf Angkatan Darat menyebut TNI AD siap mendukung pendekatan kolaboratif dan inovatif dalam penanganan sampah.

“Permasalahan sampah merupakan isu yang harus ditangani secara bersama-sama. TNI AD siap mendukung berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan,” ujar Maruli dalam sambutannya.

Teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar itu tengah dikembangkan di enam lokasi TPA. Lokasi-lokasi tersebut adalah Bantar Gebang dan Sumur Batu di Bekasi, Galuga di Bogor, Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat, Jatibarang di Semarang, serta Suwung di Denpasar.

Antisipasi Kemarau Panjang: Distribusi Air Bersih via Aparat Desa

Rakor juga menyoroti potensi kekeringan dan krisis air bersih akibat musim kemarau panjang yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah Jawa Barat. TNI AD menyatakan siap mendukung distribusi air bersih melalui jaringan aparat kewilayahan hingga tingkat desa.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyambut baik dukungan tersebut. “Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan TNI AD menjadi modal penting dalam menghadirkan solusi yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Dedi.

Respons Pemkot Cirebon: Pemetaan Kebutuhan dan Langkah Antisipatif

Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang hadir bersama Sekretaris Daerah Iing Daiman menilai forum ini memberikan masukan strategis bagi daerah. “Tadi banyak dibahas terkait penanganan sampah dan antisipasi kemarau panjang. Ada beberapa opsi program yang disampaikan Pak Gubernur maupun Pak KSAD yang dapat menjadi peluang bagi daerah,” ujarnya.

Effendi menyatakan Pemkot Cirebon akan menindaklanjuti hasil rapat dengan memetakan kebutuhan daerah. Dinas Lingkungan Hidup setempat diminta menyusun langkah antisipatif agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal saat musim kemarau berlangsung.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI AD dapat mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan mitigasi kekeringan di Cirebon.

Bagikan
Sumber: bandungberita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks