BOGOR — Proyek perbaikan drainase di Jalan Dadali, Kota Bogor, dipastikan tetap berlanjut. Kebijakan ini diambil meskipun berdampak langsung pada aktivitas puluhan pedagang tanaman hias yang selama puluhan tahun berjualan di bahu jalan tersebut.
Pemerintah Kota Bogor menilai perbaikan saluran air di kawasan itu menjadi prioritas utama. Jalan Dadali selama ini dikenal sebagai salah satu titik langganan banjir dan genangan air yang mengganggu kelancaran lalu lintas serta keselamatan pengguna jalan.
Dampak Proyek terhadap Pedagang Tanaman Hias
Puluhan lapak pedagang tanaman hias yang menempati sisi Jalan Dadali terpaksa dibongkar untuk memberi ruang bagi pengerjaan drainase. Para pedagang sudah berjualan di lokasi itu secara turun-temurun dan mengeluhkan belum adanya lokasi relokasi yang pasti.
“Kami tidak menolak pembangunan, tapi kami minta ada kepastian tempat untuk berjualan lagi,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Alasan Pemkot Bogor Memprioritaskan Drainase
Pemkot Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyebutkan bahwa perbaikan drainase di Jalan Dadali merupakan bagian dari program pengendalian banjir skala kota. Kawasan ini kerap tergenang saat intensitas hujan tinggi, yang berpotensi membahayakan pengendara dan pejalan kaki.
Proyek ini juga menjadi salah satu janji kampanye Wali Kota Bogor dalam menangani 12 titik banjir prioritas di wilayahnya. Dengan selesainya drainase di Jalan Dadali, diharapkan genangan air di sekitar kawasan tersebut dapat berkurang signifikan.
Nasib Pedagang: Antara Infrastruktur dan Mata Pencarian
Meskipun proyek berjalan, Pemkot Bogor belum memberikan kepastian mengenai relokasi pedagang tanaman hias. Sejumlah pedagang berharap pemerintah menyediakan tempat penampungan sementara atau kios baru di lokasi yang tidak jauh dari Jalan Dadali agar pelanggan tetap bisa menjangkau.
“Kami butuh kejelasan. Jangan sampai setelah proyek selesai, kami tidak punya tempat lagi,” tambah pedagang lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor masih melakukan pendataan jumlah pedagang yang terdampak untuk mencari solusi relokasi yang tepat.