BOGOR — Hari pertama pembukaan pendaftaran SPMB 2026 di Kota Bogor langsung menyedot perhatian calon siswa dan orang tua. SMAN 4 Cibinong, salah satu sekolah favorit di kawasan tersebut, mengumumkan kuota penerimaan sebanyak 432 kursi untuk tahun ajaran baru.
Kuota 432 Kursi untuk Jalur Apa Saja?
Kepala SMAN 4 Cibinong memastikan bahwa 432 kursi tersebut akan dibagi ke dalam beberapa jalur seleksi yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor. Jalur tersebut meliputi zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi.
Rincian pasti alokasi per jalur belum diumumkan secara detail. Namun, pihak sekolah menyebut bahwa jalur zonasi tetap menjadi porsi terbesar sesuai regulasi SPMB yang berlaku.
Antusiasme Warga di Hari Pertama
Pantauan di lapangan, sejumlah orang tua dan calon siswa sudah mulai berdatangan ke SMAN 4 Cibinong sejak pagi. Mereka mencari informasi terkait tata cara pendaftaran dan persyaratan dokumen yang harus dilengkapi.
"Kami sengaja datang lebih awal untuk memastikan berkas lengkap. Semoga anak saya bisa diterima di sini," ujar salah satu orang tua calon siswa yang ditemui di lokasi.
Fakta Singkat SPMB 2026 di SMAN 4 Cibinong
- Total kuota yang disediakan: 432 siswa baru
- Pendaftaran dibuka mulai hari ini, tanpa menyebutkan batas akhir spesifik
- Jalur seleksi meliputi zonasi, afirmasi, perpindahan tugas, dan prestasi
Persiapan Sekolah dan Imbauan Panitia
Pihak SMAN 4 Cibinong mengaku telah menyiapkan sistem pendaftaran secara daring dan luring. Panitia penerimaan juga mengimbau agar calon siswa dan orang tua tidak mudah percaya pada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
"Proses seleksi transparan dan sesuai aturan. Kami minta masyarakat melapor jika menemukan praktik percaloan," tegas salah satu panitia SPMB di sekolah tersebut.
Dampak bagi Calon Siswa di Wilayah Cibinong
Dengan kuota 432 kursi, SMAN 4 Cibinong menjadi salah satu sekolah dengan daya tampung terbesar di kawasan itu. Hal ini diharapkan bisa menampung lebih banyak lulusan SMP dari wilayah sekitar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA negeri.
Namun, persaingan diprediksi tetap ketat. Tahun lalu, jumlah pendaftar di sekolah ini mencapai dua kali lipat dari kuota yang tersedia.