Pencarian

Alokasi Pupuk Subsidi Indramayu Tertinggi se-Jawa Barat, Serapan Baru 45 Persen per Pertengahan Mei 2026

Rabu, 20 Mei 2026 • 13:12:02 WIB
Alokasi Pupuk Subsidi Indramayu Tertinggi se-Jawa Barat, Serapan Baru 45 Persen per Pertengahan Mei 2026
Alokasi pupuk subsidi Indramayu mencapai 130.825 ton, tertinggi di Jawa Barat pada 2026.

INDRAMAYU — Alokasi pupuk subsidi untuk Kabupaten Indramayu pada tahun anggaran 2026 menjadi yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Kepala Pengawas Pupuk Indonesia (PI) Kabupaten Indramayu, Fitri Yedi, mengonfirmasi total kuota mencapai 130.825 ton untuk tiga komoditas utama, yaitu Urea, NPK, dan ZA.

Meski kuota melimpah, realisasi distribusi fisik hingga 15 Mei 2026 tercatat baru 59.716 ton. Angka itu setara 45 persen dari total pagu yang dialokasikan pemerintah untuk mendukung produktivitas pangan di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat.

Mengapa Serapan Baru 45 Persen?

Fitri Yedi menjelaskan, manajemen Pupuk Indonesia menghitung penyerapan berdasarkan target distribusi bulanan, bukan per musim tanam. Pendekatan ini dipilih untuk memantau ketersediaan stok secara lebih riil dan menghindari fluktuasi permintaan yang biasa terjadi pada siklus tanam petani.

“Kalau berbicara pupuk di sektor pertanian, kami melihat penyerapan berdasarkan bulan berjalan, bukan per musim tanam,” ujar Fitri Yedi, Rabu (20/5/2026).

Stok Melimpah, Risiko Kelangkaan Minim

Alih-alih khawatir, pihak pengawas justru menilai kondisi ini sebagai indikator positif. Ketersediaan pupuk yang masih melimpah di gudang dinilai mampu meminimalkan potensi kelangkaan di tingkat petani bawah.

“Kalau melihat histori tahun-tahun sebelumnya, alokasi tahun ini paling besar. Jadi kemungkinan kekurangan pupuk minim,” kata Fitri.

Sebagai perbandingan, pada tahun anggaran sebelumnya, realisasi penyerapan pupuk subsidi di Indramayu mencapai hampir 128 ribu ton hingga akhir tahun. Dengan tren serapan saat ini yang masih linear, manajemen optimistis kebutuhan dasar pertanian akan terpenuhi tanpa gejolak pasokan.

“Tahun lalu penyerapan sampai akhir tahun sekitar 128 ribu ton. Sekarang baru sekitar 45 persen. Jadi hitung-hitungan sementara masih aman,” tandasnya.

Lonjakan Diprediksi pada Musim Tanam Juni-Juli 2026

Pihak pengawas memproyeksikan kurva penyerapan akan kembali naik signifikan saat petani memasuki siklus musim tanam berikutnya. Periode tersebut diperkirakan jatuh pada rentang Juni hingga Juli 2026 mendatang.

Indramayu dikenal sebagai lumbung padi nasional dan menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama di Jawa Barat. Alokasi pupuk subsidi yang besar merupakan upaya pemerintah menjaga produktivitas lahan pertanian di wilayah Pantura.

Bagikan
Sumber: indramayujeh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks