Pencarian

Harga Laptop dan Ponsel Berpotensi Melambung Akibat Fenomena RAMageddon

Sabtu, 16 Mei 2026 • 04:17:35 WIB
Harga Laptop dan Ponsel Berpotensi Melambung Akibat Fenomena RAMageddon
Harga laptop dan ponsel berpotensi naik akibat alokasi chip memori ke pusat data AI.

JAWA BARAT — Fenomena RAMageddon menjadi ancaman nyata bagi anggaran belanja teknologi masyarakat. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana permintaan chip memori untuk infrastruktur AI melonjak drastis, sehingga menyedot ketersediaan komponen yang biasanya dialokasikan untuk perangkat ritel. Akibatnya, harga komponen seperti RAM dan SSD di pasar global mulai merangkak naik.

Pusat data AI berskala besar membutuhkan jenis memori premium yang disebut High-Bandwidth Memory (HBM). Karena teknologi ini menawarkan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi, para raksasa semikonduktor mulai mengalihkan lini produksi mereka. Kebutuhan server untuk menjalankan model bahasa besar seperti ChatGPT dan Gemini kini berada di urutan teratas daftar prioritas manufaktur.

Prioritas Chip Bergeser ke Pusat Data AI

Pasar chip memori saat ini didominasi oleh tiga pemain besar: Samsung, SK Hynix, dan Micron. Sebelum demam AI meledak, ketiga perusahaan ini membagi kapasitas produksi mereka secara merata untuk kebutuhan PC, ponsel, konsol gim, hingga server konvensional. Namun, kehadiran AI mengubah kalkulasi bisnis mereka secara fundamental.

Jitesh Ubrani, Research Manager di IDC Worldwide Device Trackers, menjelaskan bahwa masalah utamanya bukan pada ketiadaan stok, melainkan pada alokasi. "Margin keuntungan pada memori yang masuk ke pusat data cenderung jauh lebih tinggi," ujar Ubrani. Produsen lebih memilih menjual komponen ke perusahaan teknologi besar yang membangun server AI daripada ke perakit laptop konsumen.

Dampaknya mulai terasa pada ketersediaan memori jenis DRAM dan NAND di pasar. DRAM merupakan memori kerja yang digunakan pada komputer dan ponsel untuk menjalankan aplikasi, sementara NAND adalah basis penyimpanan untuk SSD dan flash drive. Ketika produksi dialihkan ke HBM yang lebih mahal, pasokan DRAM dan NAND standar otomatis menyusut.

Keputusan Drastis Micron Menutup Lini Konsumen

Salah satu sinyal paling mengkhawatirkan dari fenomena ini adalah langkah strategis Micron pada akhir tahun lalu. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut mengumumkan penutupan divisi konsumen mereka, Crucial, yang selama ini dikenal sebagai penyedia RAM dan SSD ritel bagi para perakit PC. Keputusan ini diambil demi mendukung pelanggan strategis di sektor pusat data AI.

Langkah Micron menunjukkan bahwa bisnis ritel tidak lagi dianggap semenarik pasar korporat AI. Bagi konsumen, hilangnya pemain besar dari pasar retail berarti berkurangnya kompetisi harga. Jika tren ini berlanjut, peningkatan spesifikasi laptop dari 8GB ke 16GB RAM akan memakan biaya yang jauh lebih mahal dari biasanya.

Kondisi ini diprediksi akan memuncak pada tahun 2026, di mana volatilitas harga memori akan menghantam pembeli perangkat secara langsung. Pengguna yang berencana melakukan upgrade komponen atau membeli laptop baru untuk kebutuhan sekolah dan kerja mungkin perlu mempertimbangkan transaksi lebih awal sebelum kenaikan harga semakin signifikan.

Apa itu RAMageddon?

RAMageddon adalah istilah untuk krisis kelangkaan chip memori global yang dipicu oleh tingginya permintaan perangkat keras pendukung kecerdasan buatan (AI). Kondisi ini menyebabkan stok memori untuk perangkat konsumen seperti laptop dan ponsel dialihkan ke pusat data server.

Mengapa harga laptop dan ponsel ikut naik?

Produsen chip memori lebih memprioritaskan pembuatan High-Bandwidth Memory (HBM) untuk AI karena margin keuntungannya lebih tinggi. Hal ini mengurangi pasokan DRAM dan NAND standar, sehingga biaya produksi perangkat elektronik konsumen meningkat dan dibebankan kepada pembeli.

Siapa produsen chip yang mengendalikan pasar ini?

Pasar memori dunia dikuasai oleh "Tiga Besar" yakni Samsung, SK Hynix, dan Micron. Ketiga perusahaan ini memegang kendali penuh atas pasokan chip yang digunakan di hampir seluruh perangkat elektronik di dunia saat ini.

Bagikan
Sumber: cnet.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks