JAWA BARAT — Kota pelabuhan ini sering kali hanya menjadi gerbang transit menuju Seoul, padahal Incheon punya daya tariknya sendiri. Kawasan Songdo International Business District yang futuristik, misalnya, dibangun di atas lahan reklamasi dengan kanal-kanal yang menyerupai kota di Eropa. Sementara Wolmi Park menawarkan suasana hijau di tepi laut dengan sejarah panjang sebagai bekas pangkalan militer.
Dibandingkan menginap di pusat kota Seoul, akomodasi di Incheon umumnya lebih terjangkau. Dengan bujet sekitar Rp375.000 hingga Rp750.000 per malam, wisatawan bisa mendapatkan hostel atau hotel sederhana yang layak. Total penginapan untuk empat malam diperkirakan menghabiskan dana Rp1,5 juta hingga Rp3 juta.
Kuncinya adalah memilih penginapan yang dekat dengan stasiun subway. Fasilitas transportasi umum yang terintegrasi memungkinkan wisatawan menjelajah tanpa perlu bergantung pada taksi atau mobil sewaan.
Porsi terbesar bujet liburan ke Incheon tetap berada di tiket pesawat. Rute Jakarta (CGK) menuju Incheon International Airport (ICN) saat ini menawarkan tarif pulang-pergi termurah sekitar Rp4,5 juta untuk maskapai berbiaya hemat. Jika menginginkan maskapai full-service dengan jadwal lebih nyaman, siapkan dana mulai dari Rp6,7 juta hingga Rp8 juta.
Untuk transportasi harian selama lima hari, alokasikan dana sekitar Rp400.000 hingga Rp700.000. Biaya ini mencakup perjalanan dari dan menuju bandara serta mobilitas antar kawasan wisata menggunakan subway dan bus.
Daya tarik utama Incheon justru banyak yang gratis. Songdo Central Park, taman seluas 101 hektar di tengah distrik bisnis, tidak memungut biaya masuk sama sekali. Pengunjung bebas berjalan kaki menyusuri danau buatan atau menyewa skuter listrik untuk mengelilingi area tersebut.
Wolmi Park Observatory juga dapat diakses tanpa tiket. Dari menara observasi ini, pengunjung dapat melihat pemandangan Kota Incheon dan Pelabuhan di kejauhan. Dengan memprioritaskan destinasi gratis seperti ini, bujet wisata bisa ditekan hingga hampir nol rupiah.
Kebutuhan pangan selama lima hari bisa direncanakan dengan alokasi Rp250.000 hingga Rp400.000 per hari. Mengandalkan convenience store yang tersebar di hampir setiap sudut kota, mencoba kimbap atau mi instan khas Korea, hingga jajan street food merupakan cara efektif mengendalikan pengeluaran.
Total estimasi biaya makan untuk lima hari berkisar antara Rp1,25 juta hingga Rp2 juta. Jika ingin sesekali menikmati restoran populer atau dessert kekinian, tambahkan dana di luar alokasi harian tersebut.
Rencanakan kunjungan destinasi berdasarkan klaster kawasan agar satu rute bisa menjangkau beberapa tempat sekaligus. Kombinasi antara tempat gratis dan satu atau dua atraksi berbayar dengan alokasi dana Rp300.000 hingga Rp700.000 sudah cukup untuk mengisi lima hari perjalanan tanpa merasa terburu-buru.