Kemenkebud Rilis 5 Jilid Sejarah Indonesia, Bisa Diakses Gratis di Pustaka Budaya

Penulis: Eri Subagio  •  Selasa, 01 September 2026 | 11:45:01 WIB
Kementerian Kebudayaan meluncurkan lima jilid pertama buku Sejarah Indonesia yang dapat diakses gratis melalui laman Pustaka Budaya.

JAWA BARAT — Kemenkebud menyebut penerbitan buku ini merupakan upaya memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan sejarah sekaligus mendorong pemahaman yang lebih kritis dan reflektif. "Kehadiran Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global mengusung misi besar untuk merubah paradigma lama. Sejarah bukan lagi sekadar hafalan tanggal, nama, tokoh, namun instrumen untuk mengasah nalar kritis," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pernyataan yang dirilis Kemenkebud.

Buku ini direncanakan terdiri atas 10 jilid utama dan satu jilid faktaneka. Lima jilid pertama yang baru diluncurkan ditulis oleh 123 pakar dari 34 perguruan tinggi serta 11 lembaga non-perguruan tinggi.

Isi Tiap Jilid: dari Homo Floresiensis hingga Negara Kolonial

Jilid I berjudul "Akar Peradaban Nusantara". Dengan memadukan data mutakhir dari arkeologi, genetika, dan paleoantropologi, jilid ini menarasikan Nusantara sebagai "laboratorium evolusi" manusia. Berbagai spesies manusia purba seperti Homo erectus hingga Homo floresiensis disebut pernah hidup berdampingan di kawasan ini.

Jilid II membahas "Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan Budaya dengan India, Tiongkok dan Persia". Nusantara digambarkan sejak awal milenium pertama sebagai entrepot kosmopolitan dan simpul maritim aktif. Pembahasan mencakup Borobudur yang memadukan kosmologi Buddha dengan lanskap agraris Jawa, serta Sriwijaya sebagai komunitas belajar dan pusat niaga yang terhubung dengan Samudra Hindia.

Jilid III menyoroti "Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah". Isinya tentang sejarah Islamisasi Nusantara dari abad ke-7 hingga ke-17 Masehi. Proses akulturasi ajaran Islam dengan kearifan lokal juga dibahas, termasuk melalui arsitektur masjid, seni nisan, serta tradisi literasi beraksara Jawi dan Pegon.

Jilid IV berjudul "Interaksi Awal Dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi". Periode yang diulas adalah abad ke-16 hingga ke-18. Kedatangan bangsa Eropa didorong pencarian komoditas rempah-rempah seperti cengkih, pala, dan lada, dimulai dari Portugis hingga hadirnya kongsi dagang VOC.

Jilid V mengangkat "Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial 1800-1900". Buku ini mengisahkan transformasi Nusantara dari wilayah kekuasaan VOC yang telah kolaps menjadi entitas politik baru yang dikenal sebagai Negara Kolonial.

Cara Membaca dan Mengunduh di Pustaka Budaya

Akses digital tersedia melalui laman Pustaka Budaya. Langkah-langkah yang bisa diikuti:

  • Buka laman https://pustakabudaya.id/.
  • Ketik "Sejarah Indonesia" pada kolom pencarian.
  • Pilih buku yang ingin dibaca dan buka halaman detailnya.
  • Klik "Pinjam buku". Akses berlaku selama 30 hari.
  • Baca isi buku melalui halaman yang tersedia.
  • Klik "Unduh" untuk menyimpan dokumen ke perangkat.
  • Tunggu proses unduhan selesai dan dokumen tersimpan.

Seluruh lima jilid tersebut kini telah tersedia untuk dipinjam dan diunduh oleh publik. Inisiatif ini diharapkan membuka ruang dialog yang lebih luas bagi masyarakat untuk memahami akar sejarah bangsanya.

Reporter: Eri Subagio
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top